• Wed, Mar 4, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

4 March 2026 07:26  |

Asia Merah 3 Hari, Minyak Naik

Bursa Asia melanjutkan pelemahan untuk hari ketiga, sementara harga minyak naik tipis karena perang di Iran dinilai berpotensi memicu guncangan inflasi global. Dampaknya, trader mulai mengurangi taruhannya bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga tahun ini secara agresif.

Indeks MSCI Asia Pacific turun sekitar 1,6%, dengan pembukaan kelemahan di Jepang, Korea Selatan, dan Australia. Tekanan untuk mengurangi sebagian setelah pemulihan sesi AS memangkas kerugian global, menyusul pernyataan Presiden Donald Trump bahwa AS akan membantu mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Meski begitu, indeks acuan AS tetap berakhir turun sekitar 1%.

Di komoditas, WTI sempat naik hingga sekitar 1,2% pada hari Rabu, terbantu harapan arus minyak mentah masih bisa berjalan lewat Hormuz. Trump menyatakan AS akan mengawal dan mengasuransikan kapal tanker serta kapal dagang lain melewati chokepoint energi terpenting dunia, untuk mencegah krisis pasokan.

Emas naik sekitar 0,5% mendekati $5.110, rebound setelah anjlok tajam di sesi New York. Sementara itu, imbal hasil Treasury 10 tahun naik menjadi sekitar 4,06% dan dolar menguat dua hari berturut-turut—kombinasi yang menegaskan pasar bergerak cepat dari satu berita utama ke berita utama berikutnya.

Konflik AS–Israel vs Iran disebut semakin menggemparkan Timur Tengah. Israel melancarkan serangan gelombang baru ke Teheran, sementara Iran menembakkan rudal ke Qatar, Bahrain, dan Oman. Qatar dan Irak melaporkan penghentian produksi di sejumlah fasilitas energi besar—memperbesar kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi dan jalur logistik.

Sorotan Asia terjadi di Korea Selatan: indeks Kospi anjlok sekitar 4,5%, memperpanjang kehancuran besar sehari sebelumnya, sementara memenangkan sedikit menguat setelah sempat jatuh ke level terlemah sejak 2009. Di Eropa, gas alam melonjak ke level tertinggi tiga tahun, memicu kekhawatiran persaingan LNG bisa ikut mengerek harga di Asia.

Pasar menjadi semakin sensitif karena kenaikan biaya bahan bakar—terutama solar untuk pengangkutan/listrik/pemanas dapat mendorong biaya transportasi dan memperpanjang tekanan inflasi. Oleh karena itu, trader berjangka mulai memangkas ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, dengan spread suku bunga yang menandakan “cut” bisa tertunda jika minyak bergerak naik tajam dan bertahan lama.

Sejumlah analis menilai jika konflik yang mendorong minyak bertahan pada $90–$100 untuk jangka waktu lama, itu akan menjadi hambatan ekonomi yang signifikan. Namun, jika gangguan pasokan tidak berkepanjangan, konflik ini dinilai belum tentu menyelesaikan siklus bull market saham meskipun risiko koreksi tetap terbuka karena eskalasi masih tinggi.(Asd)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

MARKET UPDATE

Asia Merah 3 Hari, Minyak Naik

Bursa Asia melanjutkan pelemahan untuk hari ketiga, sementara harga minyak naik tipis karena perang di Iran dinilai berpotens...

4 March 2026 07:26
MARKET UPDATE

Asia Cetak Rekor, Yield AS Naik: CPI Pasar Nunggu

Saham Asia menguat untuk hari kelima berturut-turut pada hari Rabu, dengan MSCI Asia Pacific Index naik sekitar 0,4% dan kemb...

12 February 2026 07:26
MARKET UPDATE

Asia Merah Tipis, Yen Tetap Kuat: Tarif Korea Bikin Pasar Ki...

Bursa Asia bergerak melemah tipis setelah kekhawatiran tarif muncul lagi. Korea Selatan jadi pusat perhatian: Kospi turun sek...

27 January 2026 07:23
MARKET UPDATE

Pasar Asia Cenderung Hati-Hati, Pasca Rilis Data AS

Pasar saham Asia dibuka tanpa arah yang jelas pada Rabu (6/8), setelah data sektor jasa AS yang melemah memicu ketidakpastian...

6 August 2025 07:48
BIAS23.com NM23 Ai