Emas Pangkas Reli, Data Jobs AS Bikin Pasar Kembali Hawkish
Harga emas memangkas penguatannya pada Selasa (2/6) setelah data pasar tenaga kerja AS yang solid memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi lebih lama. Bullion sempat naik hingga sekitar 1,3% sebelum berbalik melemah tipis ketika data menunjukkan pembukaan lowongan kerja AS melonjak pada April ke level tertinggi hampir dua tahun, sementara jumlah PHK menurun—menggambarkan pasar kerja yang masih tangguh.
Di sisi lain, pelaku pasar tetap menimbang sinyal terbaru dari AS dan Iran terkait peluang kesepakatan gencatan senjata untuk mengakhiri konflik Timur Tengah. Prospek pemulihan arus energi dan perdagangan melalui Selat Hormuz menjadi faktor penting: jika aliran kembali normal, kekhawatiran inflasi konsumen bisa mereda dan membuka ruang bank sentral melonggarkan kebijakan. Suku bunga yang lebih rendah biasanya menjadi penopang bagi emas karena aset ini tidak memberikan imbal hasil.
Namun, emas masih berada dalam konteks yang berat sejak perang pecah akhir Februari. Harga disebut masih sekitar 15% di bawah level pra-konflik dan cenderung bergerak dalam rentang sempit beberapa pekan terakhir, seiring pasar terus bergeser antara headline geopolitik dan penyesuaian ekspektasi kebijakan moneter.
Pada perdagangan New York pukul 13:30, emas spot naik 0,2% ke US$4.490 per ounce. Perak naik 0,7% ke US$75,37, sementara platinum dan palladium juga menguat. Indeks dolar Bloomberg relatif stabil, menunjukkan tekanan utama hari ini lebih datang dari perubahan ekspektasi suku bunga ketimbang pergerakan dolar yang besar. (Arl)*
Sumber : Newsmaker.id