Emas Tertekan Jelang Eropa, Lonjakan Minyak Perkuat Ekspektasi Suku Bunga
Harga emas kembali melemah menjelang pembukaan sesi perdagangan Eropa pada Jumat (24/7). Emas spot turun sekitar 0,4% dan diperdagangkan di kisaran US$4.030 per troy ounce setelah anjlok sekitar 2% pada sesi sebelumnya.
Tekanan terhadap emas muncul setelah harga minyak Brent menembus US$100 per barel. Lonjakan biaya energi memicu kekhawatiran bahwa inflasi Amerika Serikat dapat kembali meningkat dan mendorong Federal Reserve mempertahankan kebijakan moneter yang lebih ketat.
Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus turun ke sekitar US$4.033 per troy ounce. Meski melemah dalam dua sesi terakhir, harga emas masih berada di jalur kenaikan mingguan tipis sekitar 0,4%.
Sentimen pasar semakin tertekan setelah harga Brent melonjak sekitar 7% pada perdagangan Kamis. Kenaikan minyak terjadi di tengah meningkatnya konflik Timur Tengah serta ancaman Presiden Donald Trump terhadap Iran dan kelompok Houthi setelah serangan terhadap kapal tanker Saudi.
Pelaku pasar saat ini memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan pekan depan. Namun, peluang kenaikan suku bunga pada September telah mencapai sekitar 81%, sehingga membatasi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Menjelang sesi Eropa, emas berpotensi tetap bergerak tertekan selama harga minyak, imbal hasil obligasi, dan ekspektasi kenaikan suku bunga masih tinggi. Pergerakan harga diperkirakan tetap berfluktuasi dalam kisaran US$3.980 hingga US$4.170 per troy ounce.
.(asd)*
Sumber: Newsmaker.id