Trump Ancam Iran, Serangan Laut Merah Dorong Minyak
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan memberikan hukuman militer besar kepada Iran dan kelompok Houthi setelah dua kapal tanker minyak Saudi diserang di Laut Merah. Ketegangan tersebut mendorong harga minyak Brent naik lebih dari 6% hingga menembus US$100 per barel untuk pertama kalinya sejak Mei.
Kenaikan harga minyak dipicu kekhawatiran bahwa konflik Timur Tengah dapat mengganggu jalur pelayaran penting lainnya. Serangan Houthi meningkatkan risiko penutupan Selat Bab el-Mandeb, yang menjadi salah satu jalur utama pengiriman energi dunia setelah Selat Hormuz.
Houthi mengklaim menyerang kapal tanker Encelia dan Layla menggunakan rudal serta drone. Encelia dilaporkan mengirimkan sinyal darurat setelah terkena serangan di dekat Pelabuhan Jizan, Arab Saudi, sementara biaya asuransi pelayaran di Laut Merah meningkat hingga dua kali lipat bagi sejumlah perusahaan.
Risiko pasokan semakin besar setelah jumlah kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz turun menjadi hanya satu kapal pada Kamis, level terendah sejak 7 Mei. Sejumlah kapal juga mulai mengubah rute untuk menghindari Bab el-Mandeb dengan memilih perjalanan lebih panjang melalui Terusan Suez dan mengelilingi Afrika.
Ketegangan militer turut meningkat setelah Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke Iran selama 13 malam berturut-turut. Iran membalas dengan menyerang sasaran militer Amerika Serikat di Yordania dan Kuwait, serta berjanji terus melakukan serangan selama infrastruktur dan wilayah pesisirnya masih menjadi target.
Gangguan pada dua jalur pengiriman utama berpotensi memperketat pasokan energi global dan menjaga harga minyak tetap tinggi. Apabila konflik terus meluas dan semakin banyak kapal menghindari Laut Merah serta Selat Hormuz, tekanan inflasi dan risiko perlambatan ekonomi global dapat meningkat.(asd)*
Sumber: Newsmaker.id