Emas Bertahan di Atas US$4.100, Ekspektasi Rate Hike Batasi Kenaikan
Harga emas bergerak datar di atas level US$4.100 per troy ounce pada perdagangan Kamis (23/7), menjelang sesi Eropa. XAU/USD masih berkonsolidasi dan berada dekat level tertinggi lebih dari dua pekan yang sempat dicapai pada sesi sebelumnya.
Tekanan terhadap emas datang dari meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve. Eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran mendorong harga minyak ke level tertinggi sejak 11 Juni, sehingga kembali memunculkan kekhawatiran inflasi dan membuat imbal hasil Treasury AS tetap tinggi.
Ketegangan geopolitik juga semakin meluas setelah AS dan Iran saling melancarkan serangan untuk malam ke-12 berturut-turut. Di sisi lain, kelompok Houthi Yaman yang berafiliasi dengan Iran membuka front baru dengan mengumumkan blokade terhadap jalur pelayaran utama Laut Merah, yang menjadi rute sekitar 7% pasokan minyak dunia.
Kondisi tersebut menambah kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi, terutama setelah lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz juga turun signifikan. Pasar khawatir kenaikan harga energi dapat kembali menyalakan tekanan inflasi dan memaksa bank sentral mengambil sikap lebih hawkish.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang lebih dari 90% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun ini. Ekspektasi tersebut ikut menjaga yield Treasury AS tetap tinggi, dengan imbal hasil obligasi tenor 10 tahun bertahan dekat level tertinggi dua bulan. Namun, pelemahan dolar AS masih memberi sedikit dukungan bagi emas dan membantu membatasi tekanan turun.
Dari sisi dampak market, emas masih berada dalam fase konsolidasi karena pasar menimbang dua sentimen besar. Ekspektasi rate hike dan yield tinggi membatasi kenaikan XAU/USD, tetapi pelemahan dolar AS dan risiko geopolitik tetap memberi penopang. Fokus berikutnya tertuju pada data klaim pengangguran mingguan AS, keputusan European Central Bank, serta perkembangan konflik Timur Tengah yang berpotensi memicu volatilitas jangka pendek. (asd)
Sumber: Newsmaker.id