Emas Melesat Ditengah Aksi Beli
Harga emas menguat tajam lebih dari 1,5% pada perdagangan Rabu (23/7) dan mencetak level tertinggi baru dalam dua pekan. XAU/USD bergerak di sekitar US$4.146 per troy ounce setelah sempat turun ke level harian US$4.076.
Penguatan emas terjadi setelah harga berhasil menembus garis resistance penting. Aksi beli kembali masuk saat harga turun, membuat bullion mampu melewati area US$4.100 dan membuka peluang kenaikan lanjutan.
Sentimen emas juga mendapat dorongan dari pelemahan dolar AS. Indeks dolar AS atau DXY turun 0,07% ke level 101,12, sehingga membuat emas lebih menarik bagi pembeli yang menggunakan mata uang selain dolar.
Namun, risiko dari Timur Tengah masih tinggi. Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran bahwa setiap serangan terhadap kapal akan dibalas dengan serangan ke jembatan atau pembangkit listrik. Ketegangan ini ikut mendorong WTI naik lebih dari 6% ke sekitar US$86,80 per barel.
Di sisi lain, yield Treasury AS tenor 10 tahun naik mendekati 4,654%. Pasar uang kini memperkirakan peluang 65% bahwa The Fed akan menahan suku bunga pada pertemuan 29 Juli, turun dari 78% sehari sebelumnya. Artinya, ekspektasi terhadap potensi kenaikan suku bunga mulai kembali menguat.
Dampaknya ke market, emas masih punya peluang menguji area US$4.150 selama dolar AS melemah dan buyer mampu mempertahankan area US$4.100. Namun, jika perang meluas dan harga energi terus naik, dolar bisa kembali menguat sebagai safe haven, sementara ekspektasi suku bunga tinggi The Fed dapat membatasi reli XAU/USD.
Fokus berikutnya ada pada data klaim pengangguran AS, S&P Flash PMI, dan keputusan The Fed pekan depan.(yds)
Sumber: Newsmaker.id