Wall Street Melemah, Big Tech Jadi Fokus
Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada perdagangan Rabu (22/7), menjelang dimulainya musim laporan keuangan perusahaan teknologi raksasa. S&P 500 turun 0,1%, Nasdaq 100 melemah 0,5%, sementara Dow Jones bergerak tipis lebih rendah.
Tekanan utama datang dari saham perangkat lunak dan teknologi besar sebelum rilis kinerja Alphabet. Saham Alphabet turun 1,5%, Microsoft melemah 1,9%, dan Meta terkoreksi 2,6% karena investor kembali menilai apakah belanja besar untuk infrastruktur AI masih akan berlanjut.
Saham Tesla juga melemah menjelang rilis laporan keuangan. Di sisi lain, sebagian saham chip berhasil rebound dari tekanan sebelumnya, dengan Nvidia naik 2,3%, Broadcom menguat 2,7%, dan AMD bertambah 1,4%.
Sentimen pasar ikut terbebani oleh meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran setelah serangan drone Iran menargetkan fasilitas CIA di kawasan Teluk. Kondisi ini membuat harga minyak kembali naik, memicu kekhawatiran inflasi, dan mendorong yield obligasi bergerak lebih tinggi.
Sektor keuangan bergerak beragam, dengan Visa turun 0,7%, sementara JPMorgan naik 0,9%. Di sektor telekomunikasi, AT&T melonjak 3,5% setelah membukukan kinerja yang melampaui ekspektasi pasar.
Dampaknya ke market, Wall Street masih berpotensi bergerak hati-hati karena investor menunggu laporan keuangan Big Tech sebagai penentu arah Nasdaq dan S&P 500. Jika laporan Alphabet, Tesla, dan emiten teknologi lain mengecewakan, tekanan bisa berlanjut. Namun, jika belanja AI tetap kuat dan saham chip mampu bertahan, koreksi pasar bisa terbatas.(yds)
Sumber: Newsmaker.id