Emas Menguat, Buyer Mulai Kuasai Pasar
Harga emas kembali melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu (22/7), didukung aksi beli saat harga turun atau dip-buying. Bullion sempat naik hingga 1,6% dan menembus area US$4.140 per troy ounce setelah pada sesi sebelumnya menguat 1,7%.
Perak juga ikut menguat dan bergerak mendekati US$60 per troy ounce. Kenaikan logam mulia ini menunjukkan bahwa minat beli mulai kembali masuk setelah tekanan jual beberapa waktu terakhir mulai mereda.
Analis menilai pergerakan emas kali ini bisa menjadi sinyal breakout setelah volatilitas sempat turun tajam dalam beberapa hari terakhir. Area US$4.000 terlihat berhasil dipertahankan sebagai level psikologis penting, sehingga pembeli mulai lebih percaya diri masuk kembali ke pasar.
Penguatan emas terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Presiden AS Donald Trump meredam peluang pembicaraan cepat dengan Iran setelah kedua negara saling menyerang selama 11 hari berturut-turut, sementara kelompok Houthi di Yaman turut mengancam jalur pelayaran Laut Merah.
Dampaknya ke market, emas masih berpeluang bergerak positif selama area US$4.000 bertahan dan arus beli ETF kembali masuk. Namun, kenaikan harga minyak akibat konflik Timur Tengah tetap perlu diwaspadai karena dapat memicu inflasi dan memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi The Fed. Jika dolar AS tetap stabil dan tekanan jual terus mereda, XAU/USD berpotensi menguji kembali area US$4.140–US$4.150.(arl)
Sumber : Newsmaker.id