Bitcoin Stabil, Regulasi AS Jadi Penentu
Bitcoin bergerak stabil pada perdagangan Rabu (22/7) di sekitar US$65.958, dekat area tertinggi lima pekan setelah sempat menyentuh level intraday US$66.872. Pergerakan ini menunjukkan pasar kripto masih mencoba mempertahankan momentum rebound, meski tekanan dari geopolitik dan ekspektasi suku bunga AS belum sepenuhnya mereda.
Dukungan utama Bitcoin datang dari membaiknya arus dana ke ETF spot Bitcoin. CoinDesk melaporkan ETF Bitcoin mencatat sekitar US$727 juta inflow dalam sepekan terakhir, menjadi sinyal bahwa minat institusional mulai kembali masuk setelah tekanan besar sebelumnya.
Fokus pasar juga tertuju pada pembahasan regulasi kripto di Amerika Serikat, terutama CLARITY Act. Perdebatan masih terjadi pada aturan etik dan potensi konflik kepentingan pejabat publik yang memiliki aset kripto, sehingga pembahasan RUU ini masih menjadi salah satu faktor penting bagi arah sentimen industri digital asset.
Namun, risk appetite kripto masih tertahan oleh ketegangan AS-Iran. Harga minyak naik ke dekat level tertinggi enam pekan karena kekhawatiran terhadap Selat Hormuz dan ancaman Houthi di jalur Laut Merah, yang dapat memicu inflasi energi dan memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi The Fed.
Altcoin cenderung bergerak lebih lemah dan belum sepenuhnya mengikuti pemulihan Bitcoin. Ethereum berada di sekitar US$1.624,95, XRP di US$1,059, Solana di US$77,97, Cardano di US$0,1725, BNB di US$569,54, dan Dogecoin di US$0,0724.
Dampaknya ke market, Bitcoin masih berpeluang menguji area US$66.800–US$68.000 jika inflow ETF berlanjut dan sentimen regulasi membaik. Namun, jika harga minyak terus naik dan pasar makin yakin The Fed bisa mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, aset spekulatif seperti kripto berisiko kembali tertekan. Support terdekat Bitcoin ada di area US$65.000, sementara resistance penting berada di sekitar US$68.000.(arl)
Sumber : Newsmaker.id