Pasca Deleveraging, Kripto Cari Arah
Pasar kripto diperdagangkan sedikit menguat pada Rabu (24/9). Bitcoin bergerak sempit di kisaran $112K–$113K, sementara Ethereum bertahan di sekitar $4,1K, seiring investor menunggu petunjuk baru dari data PCE AS akhir pekan ini setelah komentar hati-hati Ketua The Fed Jerome Powell. Sentimen masih rapuh seusai aksi deleveraging terbesar tahun ini yang memicu tekanan luas di awal pekan, membuat pelaku pasar lebih defensif di level teknikal kunci.
Arus dana kelembagaan belum solid. Spot Bitcoin ETF AS mencatat outflow bersih ±$104 juta pada 23 September, dipimpin FBTC dan ARKB, meski IBIT dan BTCO sempat membukukan inflow kecil. Indeks Crypto Fear & Greed juga merosot ke area 40–44 (Fear/Netral), menandakan risk appetite mengecil dibanding pekan lalu. Di sisi harga, altcoin cenderung tertinggal; beberapa koin besar seperti SOL sempat turun lebih tajam dibanding BTC dan ETH, mempertegas rotasi ke aset kripto berkapitalisasi besar.
Ke depan, pasar menimbang dua katalis: jalur pemangkasan suku bunga The Fed dan perkembangan regulasi ETF kripto di AS. Regulator mempercepat proses peluncuran ETF baru, membuka peluang produk berbasis koin di luar BTC/ETH pada kuartal IV—sebuah potensi penopang likuiditas, walau arah permintaan masih perlu dibuktikan. Secara taktis, bertahannya BTC di atas $112K menjaga skenario konsolidasi; tembus ke bawah dapat memicu likuidasi lanjutan dan menguji $110K, sedangkan sinyal PCE yang “jinak” bisa mendorong uji $115K–$117K dalam jangka pendek. (Arl)
Sumber : Newsmaker.id