Konflik Iran Panaskan Emas dan Perak
Harga emas naik lebih dari 1% ke sekitar US$4.070 per troy ounce pada perdagangan Selasa (21/7). Kenaikan ini terjadi saat investor mencermati upaya diplomasi untuk meredakan konflik AS dan Iran.
Pasar mendapat sinyal bahwa mediator sedang berupaya membawa Washington dan Teheran kembali ke meja negosiasi. Salah satu opsi yang dibahas adalah gencatan senjata selama 10 hari untuk membantu mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Konflik AS-Iran sebelumnya telah mendorong harga minyak ke level tertinggi dalam lebih dari satu bulan. Kenaikan minyak membuat pasar kembali khawatir bahwa biaya energi yang lebih mahal dapat memicu tekanan inflasi baru.
Kekhawatiran inflasi ini membuat sejumlah pejabat The Fed menilai suku bunga mungkin perlu bertahan tinggi lebih lama, bahkan berpotensi naik lagi jika tekanan harga tidak mereda. Meski The Fed diperkirakan menahan suku bunga pada pertemuan pekan depan, pasar kini melihat peluang kenaikan suku bunga pada September di atas 60%.
Selain emas, harga perak juga melonjak lebih dari 4% ke sekitar US$59 per troy ounce. Penguatan perak terjadi karena investor ikut memburu logam mulia di tengah ketidakpastian geopolitik, sambil menimbang dampak konflik terhadap minyak, inflasi, dan arah kebijakan The Fed.
Dampaknya ke market, emas dan perak masih berpeluang bergerak kuat selama konflik Timur Tengah belum benar-benar mereda. Namun, kenaikan bisa tetap dibatasi jika harga minyak kembali mendorong inflasi dan memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi AS. Fokus pasar berikutnya tertuju pada perkembangan diplomasi AS-Iran dan sinyal kebijakan The Fed.(arl)
Sumber : Newsmaker.id