Minyak Melonjak Hampir 2% setelah AS dan Iran Kembali Saling Serang
Newsmake.id - Harga minyak dunia melonjak hampir 2% pada perdagangan Selasa setelah Amerika Serikat dan Iran kembali melancarkan serangan di kawasan Timur Tengah. Kontrak berjangka Brent naik US$1,62 atau 1,8% menjadi sekitar US$90,84 per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate naik US$1,37 atau 1,7% ke kisaran US$84,60 per barel.
Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat menyerang sejumlah lokasi di wilayah selatan Iran sebagai respons atas tewasnya tentara AS. Iran kemudian membalas dengan menyerang fasilitas dan lokasi militer Amerika di Bahrain, Kuwait, serta Yordania. Eskalasi tersebut memperbesar kekhawatiran bahwa konflik dapat meluas dan mengganggu produksi maupun distribusi energi regional.
Kekhawatiran pasokan semakin kuat setelah sebuah kapal tanker dilaporkan terkena proyektil di Selat Hormuz. Jalur tersebut merupakan salah satu rute pengiriman minyak terpenting dunia. Pada saat yang sama, kelompok Houthi Yaman mengancam akan memblokade pelabuhan Arab Saudi dan mengganggu aktivitas pelayaran melalui Laut Merah, sehingga risiko terhadap dua jalur energi utama meningkat bersamaan.
Meski demikian, kenaikan harga minyak masih dibatasi oleh harapan diplomasi. Iran dilaporkan telah menerima proposal gencatan senjata selama 10 hari yang dimediasi pihak ketiga sebagai langkah awal menuju kesepakatan yang lebih luas. Pasar juga menantikan laporan persediaan minyak AS, dengan stok minyak mentah dan bensin diperkirakan menurun, sementara persediaan distilat kemungkinan meningkat.(CP)