• Tue, Jul 21, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

21 July 2026 03:01  |

Ancaman Trump dan Blokade Houthi Dorong Harga Minyak Naik

Harga minyak menguat pada perdagangan Senin setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam Iran menyusul tewasnya tiga anggota militer AS. Sentimen pasar semakin tegang setelah kelompok Houthi di Yaman mengumumkan embargo maritim terhadap Arab Saudi.

Kontrak berjangka Brent naik sekitar 1,3% dan ditutup di level US$89,22 per barel. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate atau WTI menguat 0,9% menjadi US$83,23 per barel. Harga minyak telah melonjak sekitar 20% sepanjang bulan ini seiring meningkatnya konflik AS–Iran.

Trump mengatakan Iran akan menanggung konsekuensi berlipat atas setiap tentara AS yang terbunuh. Pernyataan tersebut memperkuat kekhawatiran bahwa Washington akan meningkatkan serangan balasan dan memperpanjang konflik di kawasan Timur Tengah.

Minyak Brent sebelumnya sempat melonjak hampir 4% hingga menembus US$90 per barel setelah AS mengonfirmasi kematian sedikitnya tiga personel militernya. Namun, kenaikan mulai berkurang setelah Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan negosiasi dengan AS masih dapat dilakukan selama sesuai dengan kepentingan Teheran.

Risiko pasokan bertambah setelah kelompok Houthi mengumumkan embargo maritim terhadap Arab Saudi. Langkah tersebut berpotensi mengganggu ekspor minyak Saudi melalui Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb, yang selama ini menjadi jalur alternatif ketika pengiriman melalui Selat Hormuz terganggu.

Ketegangan juga meningkat setelah sebuah kapal tanker produk minyak di lepas pantai Oman terkena proyektil dan terbakar. Awak kapal berhasil menyelamatkan diri, tetapi insiden tersebut memperkuat kekhawatiran mengenai keamanan pelayaran dan kelancaran distribusi energi dari kawasan Teluk.

Dampak terhadap pasar: Eskalasi konflik berpotensi mempertahankan harga minyak pada level tinggi karena pasar memasukkan premi risiko terhadap gangguan pasokan. Kenaikan minyak dapat memperbesar tekanan inflasi global, menekan pasar saham, serta mengurangi peluang penurunan suku bunga. Emas juga berpotensi mendapat dukungan sebagai aset aman, meskipun kenaikan imbal hasil obligasi dan dolar AS dapat membatasi penguatannya.(yds)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Minyak Melonjak, Serangan Rudal Iran ke Israel Uji Gencatan ...

Harga minyak menguat tajam pada Senin setelah Iran meluncurkan beberapa gelombang rudal ke arah Israel, meningkatkan kekhawat...

8 June 2026 07:33
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai