• Mon, Jun 8, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

8 June 2026 07:33  |

Minyak Melonjak, Serangan Rudal Iran ke Israel Uji Gencatan dan Risiko Hormuz

Harga minyak menguat tajam pada Senin setelah Iran meluncurkan beberapa gelombang rudal ke arah Israel, meningkatkan kekhawatiran bahwa gencatan yang rapuh di Timur Tengah kembali terancam. Brent sempat melonjak hingga 3,6% ke US$96,47/barel, sementara WTI naik mendekati US$94 sebelum memangkas sebagian kenaikan.

Iran menyebut serangan itu sebagai peringatan agar Israel menghentikan aksi militernya di Lebanon. Militer Israel mengatakan seluruh rudal berhasil dicegat dan tidak ada korban. Meski dampak langsung terbatas, pasar energi bereaksi cepat karena setiap eskalasi meningkatkan risiko gangguan pasokan, terutama ketika jalur diplomasi AS–Iran masih belum menghasilkan terobosan.

Presiden AS Donald Trump mendorong Iran kembali ke meja perundingan dan dilaporkan mengkritik serangan Israel ke Beirut. Ia juga menyampaikan akan menekan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar tidak membalas. Namun, meningkatnya kontak tembak sepanjang sepekan terakhir menunjukkan situasi masih mudah berubah, dan pasar menilai peluang de-eskalasi tetap rapuh.

Fokus utama pasar tetap pada Selat Hormuz yang nyaris tertutup, menghambat aliran minyak, produk BBM, dan gas ke pasar global. Sehari sebelumnya, CENTCOM menyatakan menembak jatuh dua drone serang Iran yang mengancam lalu lintas maritim di Hormuz, setelah sebelumnya terjadi peluncuran rudal ke Bahrain dan Kuwait. Rangkaian insiden ini memperkuat premi risiko karena pasar mengantisipasi kemungkinan pembatasan pengiriman berlangsung lebih lama dan potensi gangguan meluas ke jalur alternatif seperti Laut Merah.

Di sisi negosiasi, titik buntu masih besar—terutama syarat Iran soal gencatan paralel Israel–Lebanon. Meski Israel dan Lebanon sempat menyepakati gencatan bersyarat, Hezbollah menolaknya dan pertempuran masih terjadi. Karena itu, pelaku pasar melihat harga minyak terus bergerak “headline-driven”: ketika optimisme deal terlalu maju dari fakta di lapangan, harga cenderung cepat “snap back”.

Bahkan jika kesepakatan AS–Iran tercapai, pemulihan pasokan tidak otomatis cepat. Pembersihan ranjau di Hormuz, restart ladang yang shut-in, dan perbaikan infrastruktur yang terdampak serangan drone/rudal bisa memakan waktu berbulan-bulan. Sementara itu, OPEC+ sudah menyepakati tambahan kuota produksi Juli 188 ribu bph, tetapi hambatan ekspor dari Teluk Persia membatasi realisasi kenaikan tersebut dalam jangka dekat.

Harga terakhir (Asia pagi): Brent Agustus naik sekitar 2,6% ke US$95,48/barel, sementara WTI Juli naik 2,3% ke US$92,65/barel.(asd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Minyak Melonjak, Serangan Rudal Iran ke Israel Uji Gencatan ...

Harga minyak menguat tajam pada Senin setelah Iran meluncurkan beberapa gelombang rudal ke arah Israel, meningkatkan kekhawat...

8 June 2026 07:33
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai