Saham Asia Menguat, Chipmaker Terangkat Optimisme AI
Bursa saham Asia menguat pada Kamis (23/7) seiring kenaikan saham produsen chip regional yang mendapat sentimen positif dari besarnya belanja global untuk pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan atau AI. Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,8%, sementara Kospi Korea Selatan melonjak lebih dari 3%.
Penguatan saham chip menjadi motor utama pasar. Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing naik lebih dari 4% karena dinilai menjadi penerima manfaat utama dari meningkatnya kebutuhan semikonduktor untuk pengembangan AI global.
Meski begitu, sentimen terhadap sektor teknologi global masih diuji oleh laporan keuangan perusahaan besar Amerika Serikat. Alphabet turun lebih dari 3% setelah menaikkan rencana belanja modal tahun ini, sementara IBM melemah karena prospek penjualan tahunan lebih rendah. Tesla juga turun 4% setelah kinerjanya meleset dari estimasi.
Perhatian pasar juga tertuju pada harga minyak yang kembali naik. Brent menguat 2% ke sekitar US$96 per barel setelah kelompok Houthi yang didukung Iran menyebut telah menargetkan dua tanker Arab Saudi di Laut Merah. Eskalasi ini menambah kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi dari Timur Tengah.
Kenaikan minyak ikut menekan pasar obligasi Amerika Serikat. Imbal hasil Treasury tenor dua tahun naik empat basis poin, sementara yield obligasi 30 tahun AS bertahan di atas 5% dalam periode terpanjang sejak awal krisis keuangan. Kondisi ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap utang yang terus meningkat dan inflasi yang sulit turun.
Dari sisi dampak market, optimisme terhadap AI masih menjadi penopang saham Asia, terutama sektor semikonduktor. Namun, reli minyak akibat konflik Timur Tengah dapat kembali memicu risiko inflasi dan membuat arah kebijakan The Fed semakin sulit diprediksi. Jika harga energi terus naik, pasar saham berisiko kembali volatil, yield obligasi dapat bertahan tinggi, dan yen Jepang tetap rawan tertekan karena Jepang sangat bergantung pada impor energi. (asd)
Sumber: Newsmaker.id