Emas Rebound, Yield AS Jadi Tantangan
Harga emas menguat pada perdagangan Selasa (21/7) dan melanjutkan kenaikan untuk sesi kedua berturut-turut. Emas spot atau XAU/USD terpantau bergerak di sekitar US$4.046–US$4.070 per troy ounce, sementara kontrak emas pengiriman Agustus naik US$47,50 atau 1,2% ke level US$4.063,40 per troy ounce.
Penguatan ini menunjukkan bahwa area US$4.000 masih menjadi level psikologis penting bagi pasar. Emas berhasil kembali bergerak di atas area tersebut meski sebelumnya sempat diuji dari bawah pada perdagangan Senin.
Menariknya, kenaikan emas terjadi di tengah dolar AS yang menguat dan imbal hasil Treasury yang naik. Biasanya, kondisi ini menjadi tekanan bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi.
Indeks dolar AS naik ke sekitar 101,03, sementara yield Treasury AS tenor 2 tahun berada di 4,245% dan yield 10 tahun naik ke 4,621%. Kenaikan yield ini mencerminkan pasar masih mencermati risiko inflasi dan arah suku bunga bank sentral.
Dukungan terhadap emas masih datang dari risiko geopolitik Timur Tengah. Harga minyak yang tetap tinggi menjaga kekhawatiran inflasi, sementara pasar juga memantau perkembangan mediasi untuk meredakan konflik AS-Iran.
Dampaknya ke market, emas masih berpotensi bertahan kuat selama area US$4.000 tidak ditembus ke bawah. Namun, ruang kenaikan bisa terbatas jika dolar AS dan yield Treasury terus naik, karena ekspektasi suku bunga tinggi tetap menjadi beban utama bagi emas.(arl)
Sumber : Newsmaker.id