Minyak Turun, Risiko Pasokan Tetap Menopang
Harga minyak melemah pada perdagangan Jumat (24/7), meskipun masih berada di jalur kenaikan mingguan yang kuat. Minyak Brent turun 3,3% menjadi US$97,39 per barel, sedangkan WTI melemah 2,6% ke US$89,78 per barel.
Koreksi terjadi setelah harga minyak sempat melonjak akibat kekhawatiran gangguan pasokan dari konflik Timur Tengah. Namun, belum adanya tanda-tanda meredanya ketegangan membuat tekanan penurunan harga masih terbatas.
Brent tercatat telah menguat lebih dari 9% sepanjang pekan ini dan berpeluang membukukan kenaikan mingguan ketiga secara berturut-turut. Sebelumnya, harga Brent sempat menembus US$100 per barel untuk pertama kalinya sejak Mei.
Ketegangan meningkat setelah militer Amerika Serikat menyelesaikan gelombang serangan ke-13 terhadap target Iran. Serangan menyasar aset militer, tempat penyimpanan drone, dan pos pengawasan pesisir yang dinilai mendukung serangan terhadap kapal di Selat Hormuz.
Iran juga dilaporkan menolak usulan gencatan senjata yang didukung Amerika Serikat. Risiko pasokan semakin besar setelah kelompok Houthi menyerang dua kapal tanker minyak Saudi di Laut Merah, dekat jalur penting Bab el-Mandeb.
Harga minyak berpotensi tetap berfluktuasi tajam karena pasar terus memantau Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb. Selama konflik belum mereda, risiko gangguan pasokan dapat menjaga Brent tetap tinggi meskipun aksi ambil untung memicu koreksi jangka pendek.(arl)
Sumber : Newsmaker.id