• Wed, Jun 3, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

3 June 2026 07:15  |

Negosiasi Tersendat, Minyak Kembali ‘Ngegas’

Harga minyak naik untuk hari ketiga berturut-turut seiring pasar makin pesimistis terhadap peluang AS dan Iran segera mencapai kesepakatan damai, sementara ketegangan kembali meningkat di Teluk Persia. WTI mendekati US$95/barel setelah menguat lebih dari 7% dalam dua sesi sebelumnya, sedangkan Brent ditutup di US$96/barel pada Selasa.

Kenaikan dipicu dua hal: negosiasi yang tersendat dan eskalasi di kawasan. Israel disebut masih melanjutkan serangan di Lebanon, yang dinilai mengganggu negosiasi panjang Washington–Teheran. Putaran pembicaraan baru Israel–Lebanon dijadwalkan Rabu, sementara Trump tetap menyatakan optimistis kesepakatan sementara dengan Iran bisa tercapai dalam waktu dekat, membantah narasi media Iran bahwa pembicaraan dihentikan karena konflik Lebanon.

Inti ketidakpastian tetap Selat Hormuz. Pasar sulit menilai apakah gencatan senjata akan diperpanjang dan apakah arus ekspor dari Teluk bisa kembali normal. Keterlambatan resolusi membuat kekhawatiran beralih ke sisi pasokan: jika ekspor belum pulih penuh, dunia berpotensi harus terus “menggerus” persediaan minyak global lebih lama untuk menutup kekurangan.

Beberapa analis memperkirakan pengetatan pasokan bisa berlangsung lebih panjang. TD Securities menilai produksi Timur Tengah kemungkinan belum kembali ke level pra-perang hingga Oktober–November paling cepat, dengan proyeksi persediaan global bisa terkuras besar sepanjang periode itu. Dalam skenario tersebut, Brent diperkirakan rata-rata lebih tinggi pada paruh kedua tahun ini, dengan risiko lonjakan jika terjadi kelangkaan regional.

Di lapangan, tensi juga disebut meningkat: Iran meluncurkan rudal balistik ke arah Kuwait dan Bahrain (yang dilaporkan pecah di udara atau dicegat), sementara militer AS menyebut melakukan serangan ke Pulau Qeshm. Volatilitas yang tinggi membuat pelaku pasar mengurangi posisi: open interest Brent dilaporkan turun ke level terendah sejak Agustus, menandakan banyak pihak memilih menepi karena harga terlalu mudah digerakkan headline.

5 inti poin :

-  Minyak naik hari ketiga; WTI mendekati US$95 dan Brent bertahan di US$96.

- Prospek kesepakatan AS–Iran dinilai mandek; konflik Lebanon ikut mengganggu jalur diplomasi.

- Ketidakpastian perpanjangan ceasefire dan masa depan arus Hormuz jadi penentu harga.

- Kekhawatiran bergeser ke pasokan: persediaan global berisiko terus terkuras bila ekspor Teluk belum pulih.

- Volatilitas tinggi memaksa trader mengurangi eksposur; open interest Brent turun ke terendah sejak Agustus. (asd)*

Sumber : Newsmaker.id

 

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
OIL

Brent Turun Tipis, Risiko Hormuz Mengintai

Harga minyak terkoreksi tipis dalam perdagangan Asia yang sepi, saat pelaku pasar menunggu hasil pembicaraan AS–Iran di Jen...

17 February 2026 12:45
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai