Dolar Stabil, Safe Haven Jadi Penahan
Dolar AS bergerak datar pada perdagangan Jumat (17/7), tetapi masih berada di jalur pelemahan mingguan. Tekanan muncul setelah data inflasi Amerika Serikat yang lebih jinak membuat pelaku pasar memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.
Indeks dolar berada di sekitar 100,75 dan berpotensi turun 0,2% dalam sepekan. Sebelumnya, indeks sempat menyentuh level terendah satu bulan karena peluang kenaikan suku bunga jangka pendek menurun.
Meski begitu, pelemahan dolar tertahan oleh meningkatnya permintaan aset safe haven. Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas sepanjang pekan ini, membuat harga minyak naik mendekati level tertinggi satu bulan dan mengganggu arus pelayaran di Selat Hormuz.
Di pasar mata uang, euro stabil di US$1,1437 dan menuju penguatan mingguan 0,2%. Poundsterling melemah 0,23% ke US$1,3456, tetapi masih berada di jalur kenaikan mingguan ketiga berturut-turut, didukung pertumbuhan ekonomi Inggris dan meningkatnya kepastian politik.
Yen Jepang masih bergerak dekat level terlemah dalam 40 tahun di sekitar 162 per dolar AS. Pasar tetap waspada terhadap risiko intervensi dari Tokyo setelah Menteri Keuangan Jepang kembali menegaskan kesiapan pemerintah untuk mengambil langkah tegas terhadap pergerakan mata uang yang berlebihan.
Dampaknya ke market, dolar masih berada dalam tarik-menarik antara data inflasi yang lebih dingin dan permintaan safe haven akibat konflik Timur Tengah. Jika harga minyak terus naik dan risiko inflasi kembali menguat, pasar akan kembali mencermati peluang kebijakan ketat The Fed hingga akhir tahun.(yds)
Sumber: Newsmaker.id