Aksi Beli Murah Angkat Harga Emas
Newsmaker.id - Harga emas bergerak menguat terbatas pada perdagangan Asia, Jumat, 17 Juli 2026, setelah mengalami penurunan tajam pada sesi sebelumnya. Harga emas spot naik sekitar 0,4% ke kisaran US$3.985 per troy ounce, tetapi masih berada di bawah level psikologis US$4.000.
Kenaikan emas didorong oleh aksi beli pada harga rendah setelah logam mulia tersebut anjlok sekitar 2% dan menyentuh level terendah dalam lebih dari dua pekan. Data inflasi konsumen dan produsen Amerika Serikat yang lebih rendah dari perkiraan juga masih memberikan dukungan karena meredakan sebagian kekhawatiran terhadap pengetatan kebijakan The Fed.
Namun, kenaikan emas masih terbatas karena imbal hasil obligasi pemerintah AS dan dolar kembali menguat. Yield Treasury AS tenor 10 tahun berada di sekitar 4,568%, sementara yield tenor dua tahun mencapai 4,155%. Kondisi tersebut mengurangi daya tarik emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti obligasi.
Pasar juga masih mencermati lonjakan harga minyak akibat meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Minyak yang lebih mahal berpotensi kembali meningkatkan inflasi dan membuka peluang The Fed mempertahankan atau menaikkan suku bunga. Meski demikian, pembelian emas oleh bank sentral diperkirakan tetap menjadi penopang harga dalam jangka panjang.
Dampak terhadap Pasar :
Rebound emas menunjukkan adanya minat beli ketika harga turun mendekati area US$3.980. Namun, selama harga belum kembali bertahan di atas US$4.000, kenaikan masih berisiko terbatas. Penguatan dolar, kenaikan yield, dan harga minyak tetap menjadi hambatan utama, sedangkan melemahnya dolar atau meredanya kekhawatiran inflasi dapat membuka ruang pemulihan emas lebih lanjut.(CP)