• Fri, Jul 17, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

17 July 2026 16:39  |

Inflasi Mereda, Dolar Masih Ditopang Risiko Perang

Dolar AS bergerak stabil pada perdagangan Jumat (17/7), tetapi masih berada di jalur pelemahan mingguan. Tekanan terhadap greenback muncul setelah data inflasi Amerika Serikat yang lebih jinak membuat pasar memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.

Indeks dolar AS bergerak di sekitar 100,69 dan di jalur penurunan 0,3% dalam sepekan. Sebelumnya, indeks sempat menyentuh level terendah satu bulan karena peluang kenaikan suku bunga Juli makin kecil. Namun, eskalasi konflik antara AS dan Iran kembali memberi dukungan pada dolar sebagai aset safe haven.

Ketegangan Timur Tengah meningkat setelah Iran dan Amerika Serikat saling melancarkan serangan sepanjang pekan ini. Kondisi tersebut membuat gencatan sementara bulan lalu hampir runtuh dan mendorong harga minyak mendekati level tertinggi satu bulan, sehingga risiko inflasi energi kembali membayangi pasar.

Di pasar mata uang, euro stabil di sekitar US$1,145 dan menuju penguatan mingguan 0,3%. Poundsterling turun tipis ke US$1,346, tetapi masih berpotensi mencatat kenaikan mingguan 0,5%. Sementara itu, yen Jepang sedikit menguat ke 162,26 per dolar AS, meski masih berada dekat level terlemah dalam empat dekade.

Data ekonomi AS juga menunjukkan kondisi yang masih cukup tangguh. Retail sales naik tipis pada Juni, didukung lonjakan belanja online, sementara data tenaga kerja menunjukkan pasar kerja masih stabil. Hal ini membuat The Fed diperkirakan tetap menahan suku bunga pada pertemuan bulan ini, meski pejabat bank sentral belum ingin terlalu cepat menyimpulkan bahwa inflasi sudah terkendali.

Dampaknya ke market, dolar masih berada dalam posisi tarik-menarik. Data inflasi yang lebih dingin menekan ekspektasi kenaikan suku bunga, tetapi konflik Timur Tengah dan permintaan safe haven menahan pelemahan lebih dalam. Jika harga minyak terus tinggi, risiko inflasi bisa kembali naik dan membuat arah kebijakan The Fed tetap menjadi fokus utama pasar.(arl)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar Nunggu Sinyal The Fed

Indeks dolar (DXY) bergerak stabil di atas 98 pada Rabu, tapi masih bertahan dekat level terendah dalam lebih dari dua bulan....

17 December 2025 09:14
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai