• Fri, May 15, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

15 May 2026 07:17  |

Hormuz Jadi Topik Panas, Emas Sulit Pulih

Harga emas bergerak stabil di sekitar US$4.655 per ons dan mengarah ke penurunan mingguan moderat, seiring lonjakan inflasi AS yang dipicu perang memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi. Secara mingguan, emas turun sekitar 1,3% sejak Jumat lalu.

Tekanan utama datang dari data inflasi AS yang kembali menguat: inflasi grosir (wholesale) pada April disebut meningkat ke laju tercepat sejak 2022, sementara inflasi konsumen mencatat kenaikan terbesar sejak 2023. Kondisi ini mendorong penguatan dolar AS dan kenaikan yield Treasury tenor 10 tahun, kombinasi yang umumnya negatif bagi emas karena tidak memberikan imbal hasil dan dihargakan dalam dolar.

Di sisi geopolitik, Selat Hormuz masih efektif tertutup saat upaya mengakhiri perang Iran belum bergerak, memperpanjang krisis energi dan menjaga kekhawatiran inflasi tetap tinggi. Harga minyak juga berada di jalur kenaikan mingguan, dengan WTI mendekati US$102 per barel pada Jumat.

Meski risiko geopolitik tinggi, pergerakan emas cenderung terbatas. Logam mulia ini diperdagangkan dalam rentang relatif sempit sejak sempat jatuh tajam di awal perang, ketika investor menimbang dua narasi yang saling menarik: inflasi yang bisa menahan suku bunga tetap tinggi versus kekhawatiran pertumbuhan yang berpotensi mendorong pelonggaran kebijakan jika konflik berlarut. Emas tercatat turun lebih dari 11% sejak perang dimulai.

Dari sisi positioning, TD Securities menilai hedge fund berpotensi menambah eksposur emas dalam beberapa hari ke depan. Senior commodity strategist Ryan McKay menyebut skenario harga masih mendukung akumulasi posisi oleh CTA (commodity trading advisors) dalam berbagai simulasi jalur harga. Sementara itu, perak naik sekitar 13% sepanjang Mei, didukung minat spekulatif pada logam industri, dan rasio emas-perak yang menurun belakangan ini dipandang sebagian pelaku pasar sebagai sinyal perak relatif lebih “murah”.

Di Asia, India dilaporkan kembali memperketat aturan impor emas sebagai bagian dari upaya mempertahankan rupee, hanya beberapa hari setelah menaikkan bea impor langkah yang dapat membebani sentimen permintaan di pasar bullion terbesar kedua dunia. Pada 07:46 pagi waktu Singapura, emas spot naik 0,1% ke US$4.656,92, perak naik 0,1% ke US$83,63, sementara platinum dan paladium melemah. Bloomberg Dollar Spot Index relatif stabil dan naik 0,8% sepanjang pekan.(asd)*

Sumber : Newsmaker.id

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Di Tengah Pasar Sepi, Emas Melemah Tajam, Ada Apa?

Harga emas melemah sekitar 1,5% pada sesi Asia hari ini, meskipun aktivitas pasar regional cenderung terbatas karena libur Ta...

16 February 2026 12:41
GOLD

Bitcoin Jebol, Emas Kena Getahnya

Emas melemah di awal sesi Asia Kamis, ikut terseret gelombang jual yang bermula dari pasar kripto. Spot gold turun ke kisaran...

6 February 2026 07:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai