Nikkei Turun Selama Dua Hari Ditekan Oleh Risiko Global
Saham Jepang melemah untuk hari kedua berturut-turut pada Jumat (15/05), dengan investor menahan risiko di tengah ketidakpastian geopolitik dan arah kebijakan moneter. Nikkei 225 turun 1,6% ke bawah 61.700, sementara Topix turun 0,5% ke sekitar 3.860.
Tekanan datang dari eskalasi risiko global terkait Timur Tengah dan jalannya pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping. Harga minyak yang menuju kenaikan mingguan tajam—setelah negosiasi AS–Iran tersendat dan Selat Hormuz tetap efektif tertutup—membebani sentimen terhadap ekonomi pengimpor minyak seperti Jepang. Pasar juga lebih berhati-hati setelah Xi memperingatkan isu Taiwan dapat memicu “clashes” antara dua ekonomi terbesar dunia.
Dari dalam negeri, data inflasi produsen yang lebih kuat dari perkiraan memperkuat spekulasi bahwa Bank of Japan berpotensi menghadapi tekanan untuk menaikkan suku bunga. Kombinasi risiko energi yang memperpanjang tekanan harga dan ekspektasi kebijakan yang lebih ketat menambah beban bagi aset berisiko, terutama saham-saham yang sensitif terhadap biaya pendanaan dan siklus global.
Pelemahan dipimpin saham-saham teknologi dan manufaktur, dengan penurunan antara lain pada Kioxia Holdings (-8,2%), Fujikura (-9,6%), Furukawa Electric (-6,3%), Advantest (-6,8%), dan Disco Corp (-5%). Fokus pasar berikutnya tertuju pada perkembangan konflik di Timur Tengah, sinyal lanjutan dari KTT Trump–Xi, pergerakan harga minyak, serta arah komunikasi BOJ terkait inflasi dan suku bunga. (asd)
Sumber: Newsmaker.id