Bursa Eropa Turun, Investor Kembali Khawatir Inflasi dan Suku Bunga
Bursa saham Eropa ditutup lebih rendah pada Jumat (15/05), mengakhiri kenaikan dua sesi sebelumnya. Indeks STOXX 50 turun 1,1% dan STOXX 600 melemah 0,8% ketika perhatian investor kembali tertuju pada risiko inflasi dan peluang suku bunga bertahan lebih tinggi.
Sentimen juga dibayangi eskalasi ketegangan di Timur Tengah. Iran menyebut sekitar 30 kapal melintas di Selat, namun lalu lintas masih jauh di bawah level normal sebelum konflik. Di saat yang sama, Presiden Donald Trump mengisyaratkan sikap yang lebih keras terhadap Teheran, menyatakan tidak lagi bersabar dan mendorong Iran mencapai kesepakatan dengan Washington.
Dari sisi pergerakan saham, ASML Holding turun sekitar 3%, HSBC melemah 1,1%, dan Siemens turun 2%. Saham sektor tambang menjadi salah satu yang terlemah, dengan Fresnillo anjlok 5,6% dan Antofagasta turun 5,5%. Infineon juga merosot 5,5%, menempatkannya bersama dua saham tambang tersebut sebagai penekan terbesar di STOXX 600.
Meski terkoreksi pada Jumat, kinerja pekanan bursa Eropa masih cenderung positif. STOXX 50 masih naik 0,3% untuk sepekan, sementara STOXX 600 mencatat kenaikan 0,6%, menunjukkan pasar masih bertahan meski menghadapi kombinasi risiko inflasi, ekspektasi suku bunga lebih tinggi, dan ketidakpastian geopolitik. (asd)
Sumber: Newsmaker.id