Trump: Menginginkan Uranium Iran Terutama Untuk ‘Hubungan Masyarakat’
Presiden AS Donald Trump mengatakan tujuan AS untuk mengambil kembali uranium yang diperkaya tinggi dari Iran “lebih untuk hubungan masyarakat daripada untuk hal lain,” sambil menegaskan ia tetap ingin bahan nuklir itu dikeluarkan. Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara dengan Fox News yang ditayangkan Kamis malam waktu AS.
Trump menyebut misi pemulihan uranium—yang diyakini terkubur di bawah puing situs nuklir yang dibom—sebenarnya bisa dianggap tidak mendesak karena AS melakukan pengawasan ketat. Ia mengatakan AS memasang sembilan kamera yang menghubungkan tiga lokasi selama 24 jam dan menyatakan tidak ada pihak yang mendekati material tersebut.
Meski begitu, Trump menegaskan ia “lebih merasa baik” jika materi tersebut benar-benar dikuasai dan dikeluarkan dari Iran. Ia juga membuka kemungkinan membombardir lokasi itu kembali untuk memastikan area tersebut tidak dapat diakses.
Status materi nuklir disebut menjadi salah satu titik paling sensitif dalam pembicaraan AS dengan kepemimpinan Iran untuk mengakhiri perang. Trump menggambarkan proses negosiasi sebagai “tarik-ulur,” di mana Iran sempat menyetujui penyampaian materi lalu menarik kembali persetujuan itu dalam kelanjutan pembahasan.
Perang yang sedang berlangsung—yang disebut telah mengganggu arus energi di Timur Tengah dan mendorong kenaikan harga secara global ikut menjadi bagian pembahasan Trump dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping pada hari Kamis. Trump mengatakan Tiongkok menegaskan keinginannya agar lalu lintas di Selat Hormuz kembali berjalan tanpa pungutan, dan kedua pemimpin sepakat bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.
Namun belum jelas apakah Beijing akan menekan Teheran untuk menyepakati perjanjian tersebut. Trump mengatakan Xi menawarkan bantuan bila diperlukan, sementara pihak Tiongkok belum memberikan komentar spesifik selain menyebut kedua pemimpin membahas situasi di Timur Tengah. Israel, yang membantu kampanye pengeboman terhadap Iran, menempatkan isu ini sebagai syarat utama berakhirnya konflik; Perdana Menteri Benjam.
Isu uranium dan sinyal Trump soal kemungkinan serangan ulang cenderung menjaga premi risiko geopolitik, terutama jika negosiasi kembali buntu. Untuk minyak, eskalasi atau terkait Iran biasanya menopang harga karena pasar menilai risiko gangguan pasokan Teluk dan Selat Hormuz masih tinggi. Untuk emas (emas), ketegangan geopolitik dapat memberi dukungan safe haven, tetapi ruang kenaikan tetap bisa tertahan jika dolar dan imbal hasil AS menguat karena pasar antisipasi suku bunga tinggi lebih lama akibat tekanan inflasi energi. Untuk dolar, kombinasi risk-off dan inflasi berbasis energi umumnya mendukung greenback lewat arus safe haven dan repricing suku bunga, meskipun sensitivitasnya akan bergantung pada apakah pasar melihat eskalasi risiko sebagai ancaman pertumbuhan global atau sebagai pemicu inflasi lanjutan.(asd)
Sumber : Newsmaker.id