Dolar Tertekan Jelang Keputusan Warsh
Dolar AS sedikit melemah terhadap euro pada Selasa (16/6), sementara pasar menunggu hasil pertemuan kebijakan Federal Reserve pada Rabu. Keputusan tersebut menjadi perhatian karena menjadi rapat pertama yang dipimpin Kevin Warsh, dengan investor mencari sinyal apakah bank sentral masih membuka ruang kenaikan suku bunga tahun ini.
Greenback relatif bertahan meski optimisme terhadap berakhirnya perang AS-Iran meningkat. Prospek kesepakatan damai telah menekan harga minyak dan yield Treasury, dua faktor yang biasanya dapat mengurangi dukungan terhadap dolar. Namun, pelaku pasar belum agresif melepas greenback sebelum arah komunikasi Fed menjadi jelas.
Analis investingLive Adam Button menilai keputusan Fed kemungkinan membuat tekanan jual terhadap dolar tetap terbatas. Pasar masih menimbang kemungkinan Warsh akan menunjukkan sikap lebih hawkish dalam konferensi pers, terutama karena inflasi masih berada jauh di atas target 2% The Fed.
Penurunan harga minyak dapat membantu meredakan tekanan inflasi, tetapi belum cukup untuk menghapus ekspektasi kenaikan suku bunga. Pasar saat ini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga hingga akhir tahun berada di 59%. The Fed secara luas diperkirakan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50% hingga 3,75%, dengan perhatian tertuju pada apakah bank sentral akan menghapus bias pelonggaran dari pernyataan kebijakan.
Indeks dolar turun 0,08% ke 99,61, sementara euro naik 0,09% ke $1,1601. Pergerakan terbatas ini menunjukkan pasar masih berada dalam mode tunggu, dengan arah berikutnya bergantung pada nada pernyataan Fed dan proyeksi kebijakan terbaru.
Di Asia, yen Jepang stabil di 160,35 per dolar setelah Bank of Japan menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 1%, level tertinggi sejak 1995. Keputusan tersebut sesuai ekspektasi dan ditujukan untuk menahan risiko inflasi yang dipicu konflik Timur Tengah, meski hasil voting 7-1 masih menyisakan ketidakpastian terkait waktu kenaikan berikutnya.
Sementara itu, Reserve Bank of Australia mempertahankan suku bunga di 4,35% melalui keputusan bulat, menjadi jeda pertama tahun ini meski inflasi masih tinggi. Dolar Australia bergerak nyaris datar di $0,7072. Fokus pasar berikutnya tertuju pada pernyataan Fed, respons yield Treasury, dan arah dolar setelah sinyal kebijakan Warsh menjadi lebih jelas. (arl)
Sumber: Newsmaker.id