• Tue, Jun 16, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

16 June 2026 03:33  |

Gold Melonjak, Deal AS–Iran Redam Tekanan Makro

Harga emas dan perak menguat tajam pada Senin (16/6) setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan sementara untuk menghentikan konflik dan membuka kembali Selat Hormuz.

Bullion sempat naik hingga 3,6% mendekati US$4.370/oz, sementara perak melonjak hingga 4,9%. Pada pukul 15.09 waktu New York, spot gold masih menguat 2,5% ke US$4.322,91/oz, dengan silver naik 3,0%.

Kenaikan emas terjadi karena pasar menilai pembukaan kembali Hormuz dapat menekan harga minyak dan meredakan risiko inflasi global. Presiden Donald Trump mengatakan kapal-kapal, termasuk yang membawa minyak, sudah mulai bergerak melalui selat tersebut. Namun, Washington dan Teheran masih perlu menyelesaikan tahap akhir memorandum of understanding yang dijadwalkan ditandatangani secara fisik di Swiss pada Jumat.

Secara fundamental, latar makro menjadi lebih bersahabat bagi emas. Sejak perang dimulai pada akhir Februari, emas banyak bergerak berlawanan arah dengan minyak. Kenaikan energi sebelumnya memperkuat kekhawatiran inflasi dan mendorong ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama, sehingga menekan daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil. Setelah minyak turun dan dolar melemah, tekanan tersebut mulai berkurang.

Namun, reli emas masih perlu dikonfirmasi. Kesepakatan AS–Iran belum sepenuhnya diformalkan, sementara pasar juga menunggu keputusan sejumlah bank sentral pekan ini, termasuk Federal Reserve di bawah Ketua baru Kevin Warsh. Ekspektasi pasar masih mengarah pada kemungkinan kenaikan suku bunga akhir tahun ini, sehingga arah yield dan sinyal Fed tetap menjadi faktor penting bagi emas.

Saham produsen emas ikut menguat mengikuti kenaikan bullion. Newmont dan Agnico Eagle Mines naik lebih dari 7,5% di New York, sementara Barrick Mining menguat lebih dari 6,5%. Pergerakan ini menunjukkan pasar mulai kembali memberi premi pada sektor logam mulia ketika tekanan dolar, minyak, dan ekspektasi suku bunga mulai mereda.

Untuk saat ini, emas mendapat dukungan dari pelemahan dolar, penurunan minyak, dan perbaikan sentimen makro. Fokus berikutnya adalah penandatanganan resmi deal AS–Iran, pembukaan penuh Hormuz, arah harga minyak, yield AS, serta apakah repricing hawkish terhadap Fed sudah mencapai puncaknya.(yds)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GOLD

Harga Emas Melemah, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas dunia (XAU/USD) bergerak melemah di sekitar $3.335 per ons pada awal sesi Eropa hari Senin, setelah sempat mencoba...

28 July 2025 16:23
GOLD

Setelah Melambung, Emas Kini Terancam Tenggelam?

Harga emas batangan bergerak melemah dan diperkirakan mencatat kerugian mingguan kedua berturut-turut setelah pasar global me...

27 June 2025 12:22
GOLD

Di Tengah Pasar Sepi, Emas Melemah Tajam, Ada Apa?

Harga emas melemah sekitar 1,5% pada sesi Asia hari ini, meskipun aktivitas pasar regional cenderung terbatas karena libur Ta...

16 February 2026 12:41
GOLD

Bitcoin Jebol, Emas Kena Getahnya

Emas melemah di awal sesi Asia Kamis, ikut terseret gelombang jual yang bermula dari pasar kripto. Spot gold turun ke kisaran...

6 February 2026 07:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai