Emas Mencoba Untuk Pulih!
Harga emas bergerak di sekitar US$4.080 per troy ounce pada perdagangan jelang sesi Eropa pada Jumat dan menuju kenaikan bulanan pertama sejak Februari. Sepanjang Juli, logam mulia diperkirakan menguat hampir 2% setelah mendapat dukungan dari keputusan Federal Reserve mempertahankan suku bunga.
Emas sempat turun pada perdagangan Jumat setelah dolar AS kembali menguat terhadap yen. Sebelumnya, dolar melemah tajam akibat dugaan intervensi Jepang di pasar valuta asing, sehingga emas menjadi lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.
Meski mencatat kenaikan bulanan, harga emas masih turun lebih dari 20% sejak perang Amerika Serikat dan Iran dimulai. Lonjakan harga energi akibat konflik tersebut meningkatkan tekanan inflasi dan memperbesar kemungkinan suku bunga tetap tinggi lebih lama.
Keputusan The Fed menahan bunga juga belum sepenuhnya menghilangkan risiko bagi emas. Hasil pemungutan suara 9 banding 3 menunjukkan bahwa sebagian pejabat masih menilai kenaikan suku bunga mungkin diperlukan untuk membawa inflasi kembali menuju target 2%.
Pasar kini menantikan petunjuk kebijakan The Fed berikutnya, terutama dari pertemuan Jackson Hole pada akhir Agustus. Selama emas mampu bertahan di atas level psikologis US$4.000, aksi beli saat harga turun berpeluang menjaga penguatan, meski kenaikan dolar dan ancaman suku bunga tinggi masih dapat membatasi lajunya.(asd)*
Source: Newsmaker.id