Perang Iran Telah Angkat Minyak 21%
Harga minyak dunia bergerak melemah pada perdagangan Jumat (31/07), tetapi masih menuju kenaikan bulanan terbesar sejak Maret. Minyak Brent bertahan di sekitar US$85 per barel, sementara West Texas Intermediate berada di atas US$82 per barel hari ini disesi Asia.
Sepanjang Juli, harga Brent telah melonjak sekitar 21%. Kenaikan tersebut dipicu oleh perang Amerika Serikat dan Iran yang meningkatkan risiko gangguan pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah.
Meski pengiriman kapal melalui Selat Hormuz mulai meningkat, pasar masih khawatir terhadap keamanan jalur energi utama dunia. Arab Saudi juga membahas pembentukan aliansi bersama 43 negara untuk melindungi pelayaran di sekitar Laut Merah dari ancaman kelompok Houthi.
Risiko pasokan turut datang dari kawasan Laut Hitam setelah pengiriman minyak Kazakhstan kembali dihentikan akibat serangan terhadap kapal tanker. Kondisi ini menambah kekhawatiran bahwa gangguan distribusi minyak tidak hanya terjadi di Timur Tengah.
Harga minyak berpeluang tetap tinggi selama konflik terus berlangsung. Namun, kenaikan tersebut juga dapat memperbesar tekanan inflasi dan meningkatkan risiko perlambatan ekonomi global, terutama jika Selat Hormuz kembali terganggu atau perang semakin meluas.(asd)
Source: Newsmaker.id