Saham Eropa Cetak Rekor, Deal AS–Iran Dorong Risk-On
Saham Eropa naik ke rekor tertinggi pada Senin (15/6)setelah Amerika Serikat dan Iran menyepakati kesepakatan yang menangguhkan perang dan membuka peluang normalisasi aliran energi melalui Selat Hormuz. Euro STOXX 50 menguat 0,8% ke rekor 6.236, sementara STOXX Europe 600 naik 0,3% ke 635.
Sentimen pasar membaik karena kesepakatan tersebut menurunkan harga minyak dan imbal hasil obligasi pemerintah di sejumlah ekonomi besar Eropa. Jika pasokan energi melalui Hormuz kembali lancar, tekanan biaya energi dapat mereda dan risiko inflasi berpotensi turun. Kondisi ini membuat pasar uang memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga, dengan investor kini hanya memperhitungkan satu kali kenaikan masing-masing dari ECB dan BoE hingga akhir tahun.
Saham perbankan menjadi salah satu penopang utama karena prospek aktivitas kredit membaik ketika tekanan suku bunga dan energi mulai mereda. Santander, Deutsche Bank, dan BBVA menguat antara 3% hingga 4,56%, mencerminkan rotasi investor ke sektor yang sensitif terhadap perbaikan siklus ekonomi.
Sektor industrial juga mendapat dukungan dari ekspektasi permintaan yang lebih baik dan biaya listrik yang lebih rendah. Safran naik 3,5%, sementara Siemens menguat 2,2%. Penguatan ini menunjukkan pasar mulai membaca penurunan energi sebagai katalis positif bagi margin perusahaan dan aktivitas manufaktur Eropa.
Secara fundamental, transmisi utama bagi ekuitas Eropa datang dari jalur energi dan suku bunga. Deal AS–Iran menekan minyak, menurunkan kekhawatiran inflasi, meredakan tekanan yield, lalu memperbaiki valuasi saham siklikal. Namun, keberlanjutan reli masih bergantung pada penandatanganan resmi kesepakatan Jumat, pembukaan fisik Hormuz, arah harga minyak, dan sinyal kebijakan ECB serta BoE.(yds)
Sumber: newsmaker.id