Deal AS–Iran Angkat Gold dan Silver
Harga emas dan perak menguat tajam pada Senin (15/6) setelah Amerika Serikat dan Iran mengumumkan kesepakatan sementara untuk menghentikan konflik dan membuka kembali Selat Hormuz. Sentimen ini meredakan kekhawatiran inflasi global, menekan dolar AS, dan menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga yang sebelumnya membebani logam mulia.
Bullion sempat melonjak hingga 3% ke atas US$4.345/oz, sementara perak naik hingga 4,1%. Pada pukul 09.53 waktu London, spot gold menguat 2,8% ke US$4.338,53/oz, dengan silver naik 3,7%. Platinum dan palladium juga bergerak positif, sementara Bloomberg Dollar Spot Index turun 0,2%.
Katalis utama datang dari pernyataan Presiden Donald Trump yang mengatakan AS mengizinkan pembukaan kembali Selat Hormuz dan mengakhiri blokade terhadap Iran. Wakil Menteri Luar Negeri Iran juga mengonfirmasi bahwa kesepakatan telah tercapai. Dalam kerangka tersebut, AS dan Iran sepakat tidak saling menyerang, membuka periode negosiasi 60 hari terkait program nuklir Iran, serta memberi ruang bagi keringanan sanksi terhadap penjualan minyak Iran di luar negeri.
Bagi emas, transmisi fundamentalnya cukup kuat. Sejak perang dimulai pada akhir Februari, emas banyak bergerak berlawanan dengan minyak karena kenaikan crude memicu risiko inflasi dan memperkuat ekspektasi suku bunga tinggi. Ketika minyak turun setelah deal AS–Iran, pasar mulai menilai tekanan inflasi energi dapat mereda. Kondisi ini mendukung emas karena logam mulia cenderung sensitif terhadap dolar dan ekspektasi suku bunga.
Kenaikan emas juga mendorong saham-saham tambang logam mulia. Northern Star Resources naik sekitar 8% di Sydney, Zijin Mining menguat sekitar 7% di Hong Kong, sementara Barrick Mining dan Newmont naik lebih dari 4% dalam perdagangan pra-pasar Amerika Utara.
Meski demikian, pasar masih menunggu kepastian implementasi. Kesepakatan baru akan diuji melalui penandatanganan, pembukaan fisik Hormuz, dan arah negosiasi nuklir Iran. Fokus berikutnya adalah harga minyak, dolar AS, ekspektasi suku bunga The Fed, serta keputusan bank sentral pekan ini.(Arl)
Sumber : Newsmaker.id