• Mon, Jun 15, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

15 June 2026 10:43  |

Minyak Anjlok, Deal AS–Iran Pangkas Premi Risiko Hormuz

Harga minyak turun tajam setelah Amerika Serikat dan Iran menyepakati kesepakatan sementara untuk mengakhiri perang berbulan-bulan di Timur Tengah. Kesepakatan ini membuka peluang Selat Hormuz kembali dibuka dan meredakan tekanan pasokan yang selama ini mengguncang pasar energi global. Brent turun 4,7% ke US$83,23/barel, sementara WTI melemah 5,5% ke US$80,23/barel.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pembukaan Hormuz akan dilakukan tanpa biaya setelah kesepakatan ditandatangani pada Jumat. Ia juga menyatakan blokade terhadap Iran akan diakhiri. Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengonfirmasi kesepakatan telah tercapai, tetapi teks perjanjian baru akan dipublikasikan setelah seremoni penandatanganan di Swiss.

Selat Hormuz menjadi faktor utama karena pada kondisi normal jalur ini membawa sekitar seperlima arus minyak global. Sejak perang pecah pada akhir Februari, penutupan Hormuz dan blokade kapal terkait Iran telah menghambat pengiriman minyak, bahan bakar, dan gas dari Teluk Persia. Prospek pembukaan kembali jalur ini membuat pasar melepas premi risiko geopolitik yang sebelumnya mendorong harga energi.

Namun, pemulihan arus minyak tidak akan langsung normal. Pelaku pasar masih menunggu detail teknis kesepakatan, termasuk pembersihan ranjau, kepastian keamanan kapal, biaya asuransi, serta sikap Iran terhadap kontrol lalu lintas kapal di Hormuz. Selain itu, sejumlah ladang minyak yang sempat shut-in bisa membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk kembali berproduksi penuh.

Secara fundamental, penurunan minyak dapat membantu meredakan tekanan inflasi energi dan mengurangi tekanan pada bank sentral untuk menaikkan suku bunga. Namun, stok minyak dan produk energi yang sudah terkuras tetap perlu diisi kembali, sehingga risiko pasokan belum sepenuhnya hilang. Arah minyak berikutnya akan bergantung pada penandatanganan resmi, implementasi pembukaan Hormuz, dan seberapa cepat produksi Teluk Persia dapat pulih.(asd)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Minyak Melonjak, Serangan Rudal Iran ke Israel Uji Gencatan ...

Harga minyak menguat tajam pada Senin setelah Iran meluncurkan beberapa gelombang rudal ke arah Israel, meningkatkan kekhawat...

8 June 2026 07:33
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai