Amazon Melonjak, Wall Street Ikut Terbang
Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan Jumat (31/7) setelah lonjakan saham Amazon kembali menghidupkan optimisme terhadap sektor kecerdasan buatan. Indeks S&P 500 naik 0,7%, sedangkan Nasdaq 100 menguat 0,6%.
Saham Amazon melonjak sekitar 15% setelah perusahaan melaporkan kinerja yang lebih kuat dari perkiraan. Pendapatan Amazon Web Services tumbuh 37%, menjadi laju tercepat sejak 2021, sekaligus memperkuat keyakinan bahwa permintaan layanan komputasi awan dan infrastruktur AI masih sangat kuat.
Penguatan Amazon berhasil menutupi tekanan dari saham Apple yang anjlok 7,4%, penurunan terbesar sejak April 2025. Proyeksi penjualan Apple mengecewakan karena kekurangan komponen mulai menghambat produksi dan menunjukkan bahwa gangguan pasokan teknologi masih menjadi risiko besar bagi industri.
Optimisme terhadap AI juga diperkuat oleh laporan Microsoft dan Samsung Electronics. Microsoft sebelumnya mencatat lonjakan saham terbesar sejak 2008, sementara keuntungan bisnis cip Samsung meningkat tajam. Kondisi ini menunjukkan pembangunan pusat data dan infrastruktur AI global masih terus berlangsung agresif.
Meski saham menguat, yield obligasi AS tenor 10 tahun naik ke sekitar 4,71% setelah data biaya tenaga kerja tumbuh 0,9%, lebih tinggi dari perkiraan. Presiden The Fed Dallas Lorie Logan juga memperingatkan inflasi berpotensi tetap berada di atas target jika bank sentral tidak mengambil langkah tambahan.
Analisis Newsmaker: Reli Wall Street masih ditopang oleh laba perusahaan teknologi dan euforia AI, tetapi kenaikan yield, tekanan inflasi, serta konflik AS–Iran tetap menjadi ancaman. Selama laporan keuangan perusahaan besar tetap kuat, saham teknologi berpeluang bertahan, meski valuasi tinggi membuat pasar rawan aksi ambil untung. (arl)
Sumber : Newsmaker.id