Emas Naik Saat Tekanan Energi Mereda
Harga emas bergerak menguat pada Selasa (16/6), didukung penurunan harga minyak setelah AS dan Iran mengumumkan kesepakatan perdamaian sementara. Meredanya tekanan energi membantu mengurangi kekhawatiran inflasi, sehingga menopang sentimen terhadap emas.
Pada pukul 09.29 ET, harga emas spot naik 0,6% ke $4.335,27 per ons, sementara kontrak berjangka emas menguat 0,1% ke $4.354,75 per ons. Kenaikan ini melanjutkan reli lebih dari 2% pada Senin setelah Washington dan Teheran mengumumkan kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik dan membuka kembali Selat Hormuz.
Prospek pulihnya arus minyak melalui jalur penting tersebut menekan harga crude dan meredakan kekhawatiran bahwa lonjakan energi akan kembali mendorong inflasi global. Dalam transmisi makro, minyak yang lebih rendah dapat mengurangi tekanan inflasi, menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga, dan mendukung aset non-yielding seperti emas.
Dolar AS juga melemah seiring membaiknya sentimen risiko. Selama konflik Timur Tengah, greenback dipandang sebagai aset safe haven relatif, antara lain karena AS dinilai lebih terlindungi dari guncangan minyak sebagai salah satu eksportir energi besar. Ketika risiko geopolitik mereda, sebagian permintaan defensif terhadap dolar ikut berkurang.
Ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed tahun ini juga mulai menurun setelah pengumuman kesepakatan sementara AS-Iran. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga pada Desember turun menjadi 58% dari sekitar 70%, memperkuat dukungan bagi emas melalui kanal suku bunga dan dolar AS.
Pelaku pasar juga memantau rangkaian keputusan bank sentral besar pekan ini. Bank of Japan menaikkan suku bunga kebijakan jangka pendek sebesar 25 basis poin menjadi 1,0%, level tertinggi dalam 31 tahun, sementara Reserve Bank of Australia mempertahankan suku bunga di 4,35% setelah tiga kenaikan beruntun.
Fokus pasar berikutnya tertuju pada keberlanjutan pembukaan Selat Hormuz, arah harga minyak, pergerakan dolar AS, dan perubahan ekspektasi kebijakan The Fed. Selama tekanan inflasi dari energi mereda dan dolar tetap melemah, emas masih mendapat dukungan, meski ruang gerak dapat dipengaruhi oleh sinyal bank sentral dalam beberapa hari mendatang. (arl)
Sumber: Newsmaker.id