• Tue, Jul 7, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

6 July 2026 20:38  |

Saudi Pangkas Harga, Minyak Tertekan

Harga minyak masih tertahan dalam tren pelemahan setelah Arab Saudi memangkas harga jual minyak utamanya untuk pembeli Asia. Brent bergerak di sekitar US$72 per barel, sementara pasar terus mencari petunjuk terbaru mengenai arus pengiriman melalui Selat Hormuz.

Arab Saudi melakukan pemangkasan harga terbesar dalam beberapa tahun terakhir untuk minyak Arab Light. Bahkan, Saudi menawarkan diskon yang jarang terjadi. Langkah ini menjadi sinyal bahwa persaingan antarprodusen mulai meningkat karena pasokan dari Teluk Persia kembali mengalir ke pasar global.

Tekanan terhadap harga minyak juga datang dari pemulihan lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Sejumlah kapal yang terhubung dengan Jepang terlihat melintasi jalur dekat Iran pada Senin, sementara koridor yang dilindungi Amerika Serikat juga menunjukkan tanda pemulihan. Sebelumnya, beberapa kapal sempat berbalik arah dan mengambil rute memutar tanpa penjelasan jelas.

Di sisi lain, OPEC+ kembali memberi sinyal penambahan pasokan. Tujuh negara yang dipimpin Arab Saudi dan Rusia sepakat menaikkan kuota produksi sebesar 188.000 barel per hari untuk bulan depan. Meski tambahan barel ini belum sepenuhnya masuk ke pasar, keputusan tersebut menunjukkan keinginan produsen untuk meningkatkan output saat kondisi kawasan mulai normal.

Namun, risiko di Selat Hormuz belum sepenuhnya hilang. Analis RBC Capital Markets menilai lalu lintas kapal kemungkinan masih berada di bawah level sebelum perang karena ancaman keamanan tetap ada dan Iran masih ingin mempertahankan kendali operasional di jalur tersebut. Artinya, meski pasokan membaik, pasar belum sepenuhnya bebas dari risiko geopolitik.

Brent sebelumnya anjlok sekitar 30% pada kuartal kedua setelah Amerika Serikat dan Iran menyepakati kesepakatan damai sementara. Kini, beberapa bank Wall Street memperkirakan harga minyak masih berisiko turun lebih jauh, bahkan Citigroup melihat peluang menuju US$60 per barel pada akhir tahun. Tekanan tambahan juga terlihat dari struktur pasar Brent dan Dubai yang berubah ke pola contango, tanda bahwa pasokan jangka pendek mulai lebih longgar.(yds)

Sumber: newsmaker.id

Related News

OIL

Harga Minyak Naik Dua Hari Beruntun, Ditopang Optimisme Daga...

Minyak naik untuk hari kedua di tengah optimisme atas perundingan perdagangan AS menjelang batas waktu minggu depan, dan kare...

25 July 2025 10:56
OIL

Minyak Melonjak, Serangan Rudal Iran ke Israel Uji Gencatan ...

Harga minyak menguat tajam pada Senin setelah Iran meluncurkan beberapa gelombang rudal ke arah Israel, meningkatkan kekhawat...

8 June 2026 07:33
OIL

API Laporkan Lonjakan Stok AS, Minyak Melunak!

Harga minyak melemah tipis pada Rabu pagi setelah data American Petroleum Institute (API) menunjukkan kenaikan persediaan min...

18 March 2026 08:44
OIL

Brent Terombang-ambing, Pasar Bingung Antara Sanksi dan Paso...

Harga minyak mengalami pergerakan yang tidak stabil pada hari Selasa (15/07), di tengah ketidakpastian pasar atas dampak kebi...

15 July 2025 21:42
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai