Pound Ditahan Dolar dan Politik Inggris
Pound sterling bergerak stabil terhadap dolar AS pada perdagangan Senin (6/7). GBP/USD diperdagangkan di sekitar level 1,3357 setelah sempat menyentuh level terendah harian di 1,3328.
Pergerakan pound masih tertahan karena pasar berada dalam mode risk-off, yang membuat dolar AS lebih diminati. Meski data tenaga kerja AS pekan lalu lebih lemah dari perkiraan dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed mulai berkurang, dolar tetap mendapat dukungan dari sentimen hati-hati di pasar global.
Dari Amerika Serikat, laporan pekerjaan pekan lalu meleset dari perkiraan, sementara data April dan Mei direvisi turun. Kondisi ini membuat pasar menilai The Fed tidak akan terlalu agresif dalam menaikkan suku bunga. Untuk pertemuan Juli, pasar memperkirakan peluang The Fed menahan suku bunga sebesar 77%, sementara peluang kenaikan hanya sekitar 23%.
Data ISM Services PMI AS juga menunjukkan sinyal campuran. PMI jasa tercatat di level 54,0, sesuai ekspektasi, tetapi turun dari 54,5 pada bulan sebelumnya. Biaya input mulai mereda, sementara indeks tenaga kerja sektor jasa membaik dari 47,9 ke 51,2. Artinya, sektor jasa AS masih tumbuh, tetapi momentumnya tidak sekuat sebelumnya.
Dari Inggris, kalender ekonomi relatif sepi. Namun, pound masih mendapat sedikit dukungan dari ekspektasi bahwa Bank of England berpeluang menaikkan suku bunga sekali lagi menjelang akhir tahun. Pasar swap kini memperkirakan sekitar 17 basis poin pengetatan, atau peluang sekitar 70% untuk satu kali kenaikan suku bunga.
Meski begitu, ketidakpastian politik di Inggris menjadi beban bagi GBP/USD. Pasar masih menunggu siapa yang akan dipilih Andy Burnham sebagai menteri keuangan baru. Selama belum ada kepastian, GBP/USD berpotensi bergerak konsolidasi di sekitar area 1,3300–1,3400.(arl)
Sumber : Newsmaker.id