Inflasi Mendingin, Aussie Kehilangan Dorongan
AUD/USD bergerak hati-hati pada perdagangan Senin (6/7) dan cenderung sideways di sekitar level 0,6940. Pergerakan ini terjadi setelah data inflasi Australia menunjukkan tekanan harga mulai mereda, sementara data sektor jasa Amerika Serikat masih campuran dan membuat dolar AS tetap bertahan.
Dari Australia, TD-MI Inflation Gauge turun ke 3,9% secara tahunan pada Juni, dari sebelumnya 4,4%. Penurunan ini memberi sinyal bahwa tekanan inflasi domestik mulai melemah. Kondisi tersebut dapat mengurangi tekanan bagi Reserve Bank of Australia atau RBA untuk mempertahankan sikap yang terlalu hawkish.
Bagi dolar Australia, data inflasi yang lebih lemah bisa menjadi sentimen negatif. Jika inflasi terus turun, pasar dapat mulai memperkirakan bahwa RBA tidak perlu terlalu agresif dalam mempertahankan suku bunga tinggi. Hal ini membuat AUD sulit mendapatkan dorongan kuat.
Sementara itu, dari Amerika Serikat, data S&P Global Composite PMI turun ke 51,9 pada Juni dari 52,2. Services PMI juga melemah ke 51,2, sedikit di bawah perkiraan 51,4 dan lebih rendah dari posisi sebelumnya 51,3. Data ini menunjukkan aktivitas sektor swasta AS masih tumbuh, tetapi momentumnya mulai melambat.
Data ISM Services PMI AS juga turun ke 54,0 dari sebelumnya 54,5, sesuai ekspektasi pasar. Namun, komponen tenaga kerja membaik cukup tajam, dengan Employment Index naik ke 51,2 dari 47,9. Di sisi lain, New Orders turun ke 55,1 dan Prices Paid melemah ke 67,7, menandakan permintaan serta tekanan biaya mulai mendingin.
Secara keseluruhan, AUD/USD masih berada dalam fase menunggu arah yang lebih jelas. Selama dolar AS tetap didukung oleh data tenaga kerja sektor jasa, kenaikan AUD/USD bisa terbatas. Namun, jika data AS berikutnya menunjukkan pelemahan lebih dalam dan tekanan inflasi terus turun, peluang AUD/USD untuk kembali menguat masih terbuka. (arl)
Sumber : Newsmaker.id