Emas Melemah Tertekan Dolar AS dan Sinyal Hawkish Fed
Harga emas bergerak melemah pada Kamis (18/6) karena tekanan dari sinyal hawkish Federal Reserve dan penguatan dolar AS. Emas spot turun 0,6% ke $4.232,01 per ons, sementara kontrak berjangka emas AS melemah 3,1% dan ditutup di $4.245,90.
Tekanan utama datang setelah The Fed mempertahankan suku bunga, tetapi menunjukkan bahwa sebagian pembuat kebijakan masih melihat perlunya kenaikan pada akhir tahun. Dari 19 pejabat Fed, sembilan memperkirakan suku bunga perlu dinaikkan, membuat pasar semakin memperhitungkan risiko kebijakan moneter yang lebih ketat.
Dolar AS menguat ke level tertinggi satu tahun setelah pernyataan The Fed. Kondisi ini menekan emas karena bullion yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pembeli luar negeri. Sebagai aset non-yielding, emas juga cenderung kurang menarik ketika ekspektasi suku bunga dan yield meningkat.
Pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga AS pada Desember sebesar 88%, naik dari 61% sebelum pernyataan The Fed, berdasarkan CME FedWatch Tool. Peter Grant dari Zaner Metals menilai perubahan paling penting adalah nada hawkish The Fed, yang mendorong dolar ke level tertinggi tahun ini dan menjaga tekanan pada emas.
Meski demikian, pelemahan emas tertahan oleh kesepakatan gencatan senjata AS-Iran yang menekan harga minyak dan meredakan sebagian kekhawatiran inflasi energi. Brent turun ke level terendah sejak 2 Maret, sementara WTI menyentuh level terendah sejak 4 Maret. Fokus pasar berikutnya tertuju pada arah dolar AS, yield Treasury, peluang kenaikan suku bunga Fed, serta implementasi kesepakatan AS-Iran.(yds)
Sumber: newsmaker.id