Dolar AS Sentuh Level Tertinggi Satu Tahun
Indeks dolar AS naik ke level tertinggi dalam satu tahun pada Kamis (17/6) setelah sinyal hawkish dari Federal Reserve mendorong pasar meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga tahun ini. The Fed mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50% hingga 3,75%, tetapi proyeksi terbaru menunjukkan hampir separuh pembuat kebijakan kini memperkirakan kenaikan suku bunga.
Ekspektasi tersebut diperkuat oleh data ekonomi AS yang masih solid. Tiga laporan payroll terakhir menunjukkan pertumbuhan tenaga kerja bulanan jauh lebih tinggi dari perkiraan, sementara data terbaru menunjukkan klaim pengangguran turun pada pekan lalu karena PHK tetap rendah. Pasar futures Fed funds kini memperkirakan peluang 69% kenaikan suku bunga pada September.
Indeks dolar naik 0,24% ke 100,59 dan sempat menyentuh 100,8, level tertinggi sejak Mei 2025. Euro turun 0,17% ke $1,1479, sementara pound melemah 0,35% ke $1,3245. Keduanya menyentuh level terendah dalam lebih dari dua bulan.
Yen Jepang melemah hingga 160,94 per dolar, level terendah sejak Juli 2024. Pelemahan ini menghapus penguatan setelah intervensi Tokyo pada 30 April dan kembali memicu peringatan dari pejabat Jepang bahwa mereka siap mengambil langkah untuk mendukung mata uangnya.
Penurunan harga minyak setelah AS dan Iran menandatangani kesepakatan sementara sempat mengurangi sebagian daya tarik dolar sebagai aset safe haven. Namun, dampaknya terbatas karena pasar lebih fokus pada prospek suku bunga AS yang lebih tinggi. Di sisi lain, dolar Australia yang sensitif terhadap risiko naik 0,2% ke $0,7028, sementara Bank of England mempertahankan suku bunga di 3,75%. (arl)
Sumber : Newsmaker.id