Saham Eropa Cetak Rekor, Sektor Besar Mixed
Indeks saham Eropa ditutup beragam pada Kamis (18/6), saat sentimen dari turunnya risiko inflasi diimbangi tekanan pada beberapa sektor besar. Euro STOXX 50 naik 0,5% ke rekor baru di 6.331, sementara STOXX Europe 600 turun 0,4% ke 637.
Dukungan pasar datang setelah Presiden AS Donald Trump menandatangani memorandum kesepahaman dengan Iran. Kesepakatan tersebut menangguhkan perang selama 60 hari dan memulihkan arus kapal tanker bahan bakar melalui Selat Hormuz, sehingga membantu menekan harga energi.
Penurunan harga energi mengurangi kekhawatiran bahwa European Central Bank perlu menaikkan suku bunga lebih lanjut tahun ini. Dalam transmisi pasar, energi yang lebih murah dapat meredakan inflasi, menekan yield, dan memberi ruang bagi valuasi saham untuk tetap didukung.
Sektor perbankan sebagian besar menguat setelah memimpin kenaikan sepanjang pekan ini. UniCredit dan Intesa Sanpaolo masing-masing naik 0,7%. Saham industri juga bergerak kuat, dengan Airbus, Safran, dan Schneider menguat sekitar 3%.
Saham chip ikut menjadi penopang setelah Infineon melonjak 7%, mengikuti reli produsen semikonduktor global. Namun, tekanan muncul dari SAP yang turun 4,7% akibat pelemahan sektor software, sementara produsen otomotif Jerman serta saham farmasi dan tambang Inggris juga melemah.
Fokus pasar berikutnya tertuju pada keberlanjutan kesepakatan AS-Iran, arah harga energi, dan sinyal kebijakan ECB. Selama risiko inflasi mereda tetapi rotasi sektor tetap tajam, indeks Eropa berpotensi bergerak selektif meski Euro STOXX 50 kembali mencetak rekor.(yds)
Sumber: Newsmaker.id