AS Cabut Blokade Iran, Arus Hormuz Mulai Pulih
Angkatan Laut AS mencabut blokade terhadap pelabuhan dan wilayah pesisir Iran atas arahan Presiden Donald Trump. Komando Pusat AS menyatakan pasukan Amerika tidak lagi menghambat kapal yang menuju atau keluar dari pelabuhan Iran, dan seluruh upaya penegakan blokade militer telah dihentikan.
Pencabutan blokade ini terjadi setelah Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian menandatangani memorandum kesepahaman pada Rabu untuk mengakhiri perang AS-Iran. Dalam kesepakatan itu, Iran wajib mengizinkan kapal komersial melintasi Selat Hormuz tanpa biaya selama 60 hari.
Wakil Presiden JD Vance mengatakan Iran tidak menembaki kapal di Hormuz selama dua malam berturut-turut, yang dinilai sebagai tanda awal bahwa Teheran menjalankan komitmennya. Vance juga menyebut lebih dari 12 juta barel minyak melewati Hormuz dalam semalam, meski angka tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Sebelum perang dimulai pada 28 Februari, sekitar 14 juta barel per hari minyak dan 6 juta barel per hari produk olahan melewati Selat Hormuz. Jalur ini sempat hampir tertutup setelah Iran menyerang kapal-kapal di kawasan tersebut, memicu gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah.
Firma intelijen perdagangan Kpler memperkirakan arus minyak melalui Hormuz dapat kembali mendekati 50% dari level sebelum perang dalam 30 hari jika kesepakatan AS-Iran berjalan tanpa hambatan. Namun, pemulihan penuh masih belum jelas karena proses normalisasi lalu lintas kapal diperkirakan berlangsung bertahap.
Bagi pasar energi, pencabutan blokade AS menjadi sinyal positif bagi pasokan global. Namun, dampaknya terhadap harga minyak tetap bergantung pada kecepatan pemulihan ekspor, keamanan jalur pelayaran, dan kepatuhan Iran selama periode 60 hari. Fokus pasar berikutnya tertuju pada volume kapal aktual yang melintasi Hormuz dan apakah arus energi dapat kembali mendekati kondisi sebelum perang.(yds)
Sumber: Newsmaker.id