• Fri, Jun 19, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

19 June 2026 03:20  |

AS Cabut Blokade Iran, Arus Hormuz Mulai Pulih

Angkatan Laut AS mencabut blokade terhadap pelabuhan dan wilayah pesisir Iran atas arahan Presiden Donald Trump. Komando Pusat AS menyatakan pasukan Amerika tidak lagi menghambat kapal yang menuju atau keluar dari pelabuhan Iran, dan seluruh upaya penegakan blokade militer telah dihentikan.

Pencabutan blokade ini terjadi setelah Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian menandatangani memorandum kesepahaman pada Rabu untuk mengakhiri perang AS-Iran. Dalam kesepakatan itu, Iran wajib mengizinkan kapal komersial melintasi Selat Hormuz tanpa biaya selama 60 hari.

Wakil Presiden JD Vance mengatakan Iran tidak menembaki kapal di Hormuz selama dua malam berturut-turut, yang dinilai sebagai tanda awal bahwa Teheran menjalankan komitmennya. Vance juga menyebut lebih dari 12 juta barel minyak melewati Hormuz dalam semalam, meski angka tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Sebelum perang dimulai pada 28 Februari, sekitar 14 juta barel per hari minyak dan 6 juta barel per hari produk olahan melewati Selat Hormuz. Jalur ini sempat hampir tertutup setelah Iran menyerang kapal-kapal di kawasan tersebut, memicu gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah.

Firma intelijen perdagangan Kpler memperkirakan arus minyak melalui Hormuz dapat kembali mendekati 50% dari level sebelum perang dalam 30 hari jika kesepakatan AS-Iran berjalan tanpa hambatan. Namun, pemulihan penuh masih belum jelas karena proses normalisasi lalu lintas kapal diperkirakan berlangsung bertahap.

Bagi pasar energi, pencabutan blokade AS menjadi sinyal positif bagi pasokan global. Namun, dampaknya terhadap harga minyak tetap bergantung pada kecepatan pemulihan ekspor, keamanan jalur pelayaran, dan kepatuhan Iran selama periode 60 hari. Fokus pasar berikutnya tertuju pada volume kapal aktual yang melintasi Hormuz dan apakah arus energi dapat kembali mendekati kondisi sebelum perang.(yds)

Sumber: Newsmaker.id

Related News

GLOBAL ECONOMY

Trump Berjanji untuk 'Segera' Bernegosiasi untuk Mengakhiri ...

Presiden Donald Trump mengumumkan pada hari Rabu bahwa ia dan pemimpin Rusia sepakat melalui panggilan telepon untuk "segera"...

13 February 2025 12:25
GLOBAL ECONOMY

Nonfarm Payrolls AS Naik 143.000 Pada Januari Vs. 170.000 Ya...

Nonfarm Payrolls (NFP) di AS naik 143.000 pada Januari, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Jumat. Angk...

7 February 2025 20:40
GLOBAL ECONOMY

Kanada Akan Mengumumkan Tarif Balasan Senilai C$29,8 Miliar ...

Kanada akan mengumumkan tarif balasan senilai C$29,8 miliar terhadap Amerika Serikat pada hari Rabu (12/3) sebagai tanggapan ...

12 March 2025 18:54
GLOBAL ECONOMY

Tiongkok Tegaskan AS Harus Membatalkan Tarif Sebelum Pembica...

Beijing menegaskan kembali seruannya kepada AS untuk membatalkan tarif sepihak terhadap Tiongkok, menggarisbawahi kebuntuan a...

8 May 2025 16:16
BIAS23.com BIAS23.com NM23 Ai