AUD Tertekan Lagi, Kenapa 0,6700 Sulit Ditembus?
AUD/USD kembali melemah dan turun di bawah 0,6700 pada sesi Asia Kamis, bergerak di sekitar 0,6680. Tekanan muncul setelah ekspektasi inflasi konsumen Australia turun tipis ke 4,6% pada Januari dari 4,7% sebelumnya - sinyal bahwa persepsi kenaikan harga mulai sedikit mereda.
Dari sisi kebijakan, Reserve Bank of Australia (RBA) masih menahan suku bunga di 3,6% dalam pertemuan Desember untuk ketiga kalinya. Inflasi memang sudah melandai dari puncak 2022, tetapi masih berada di atas target RBA 2–3%. Headline inflasi Australia tercatat 3,4% (YoY) pada November, level terendah sejak Agustus, namun belum cukup “aman” untuk mengubah sikap bank sentral secara cepat.
Sementara itu dari Amerika Serikat, data ritel memberi dukungan pada dolar. Penjualan ritel AS naik 0,6% pada November menjadi US$735,9 miliar, melampaui ekspektasi dan membaik dari Oktober yang sempat terkontraksi. Aktivitas konsumsi yang tetap kuat membuat pasar menilai ekonomi AS masih punya daya tahan.
Di sisi inflasi produsen, PPI AS juga terbilang kuat, dengan inflasi tahunan headline dan core berada di sekitar 3%. Kombinasi konsumsi yang solid dan tekanan harga dari sisi produsen membuat pasar semakin yakin The Fed tidak perlu buru-buru melonggarkan kebijakan, sehingga dolar cenderung tetap tertopang.
Ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada data initial jobless claims AS dan komentar pejabat The Fed. Dengan pengangguran AS yang turun ke 4,4% pada Desember, sejumlah pelaku pasar menunda proyeksi pemangkasan suku bunga—bahkan ada bank investasi yang menggeser ekspektasi pemotongan ke pertengahan tahun. Selama narasi “suku bunga AS bertahan lebih lama” masih dominan, AUD berpotensi tetap kesulitan menguat signifikan.
Inti Poin:
- AUD/USD turun lagi ke sekitar 0,6680 dan gagal bertahan di atas 0,6700.
- Ekspektasi inflasi konsumen Australia turun tipis ke 4,6% (Jan).
- RBA masih tahan suku bunga 3,6%; inflasi Australia masih di atas target 2–3%.
- Penjualan ritel AS naik 0,6% (Nov), memperkuat dolar.
- Data kuat AS mendorong ekspektasi The Fed menahan suku bunga lebih lama, menekan AUD.(asd)
Sumber: Newsmaker.id