• Tue, Mar 3, 2026|
  • JKT --:--
  • TKY --:--
  • HK --:--
  • NY --:--

Market & Economic Intelligence Platform Insight on Macro, Commodities, Equities & Policy

3 March 2026 03:53  |

Dolar Melonjak Saat Minyak Melejit dan Yield Naik

Dolar AS menguat tajam pada Senin (2/3), didorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan lonjakan harga minyak yang kembali memanaskan kekhawatiran inflasi. Penguatan dolar sempat mendekati 1%—menjadi reli harian terbesar sejak pertengahan Mei—sebelum memangkas sebagian kenaikan pada sesi sore di New York.

Pergerakan ini terjadi saat harga minyak WTI melonjak sekitar 8% pada Senin, memperpanjang kenaikan dua hari menjadi sekitar 11% di tengah risiko gangguan jalur pelayaran energi akibat perang Iran. Di saat yang sama, imbal hasil US Treasury naik di seluruh tenor karena investor menilai kenaikan biaya energi dapat memperumit ruang pemangkasan suku bunga The Fed.

Indeks dolar Bloomberg (Bloomberg Dollar Spot Index) sempat naik hingga sekitar 0,96% pada pagi hari di New York sebelum melemah tipis di sore hari. Hampir seluruh mata uang G-10 tertekan, seiring pernyataan Presiden Donald Trump bahwa Washington akan melakukan “apa pun yang diperlukan” dalam kampanye Iran—yang menambah kekhawatiran pasar terhadap inflasi.

Tekanan terbesar terlihat pada mata uang Eropa. Euro, franc Swiss, dan krona Swedia masing-masing turun lebih dari 1%. Sementara itu, dolar Kanada dan dolar Australia relatif lebih tahan karena dukungan eksposur komoditas. Di sisi volatilitas, ukuran volatilitas tersirat di FX naik, meski indeks volatilitas JPMorgan masih belum setinggi puncaknya pada Februari dan akhir Januari.

Pada pasangan utama, EUR/USD turun sekitar 1,03% ke 1,1690, berada di bawah rata-rata pergerakan 100 hari dan mendekati rata-rata 200 hari. AUD/USD melemah ke sekitar 0,7080 setelah sempat turun lebih dalam ke area 0,7033.

Di Asia, USD/JPY naik hingga sekitar 157,75, mendekati puncak awal Februari, di tengah kerentanan Jepang yang sangat bergantung pada impor energi dari Timur Tengah. Di Swiss, USD/CHF melonjak sekitar 1,4% ke 0,7798 setelah Swiss National Bank menyatakan siap melakukan intervensi bila gejolak dari krisis Iran mengganggu pasar mata uang.(mrv)

Sumber : Newsmaker.id

Related News

US DOLLAR

Dollar Sedikit Melemah Setelah Pulih

Dolar memangkas kenaikan hari Senin (12/05), dengan para pedagang tidak yakin bahwa lonjakannya baru-baru ini di balik mereda...

13 May 2025 15:52
US DOLLAR

Dolar Nunggu Sinyal The Fed

Indeks dolar (DXY) bergerak stabil di atas 98 pada Rabu, tapi masih bertahan dekat level terendah dalam lebih dari dua bulan....

17 December 2025 09:14
US DOLLAR

Dolar AS Tutup Tahun Terbaik Sejak 2015 dengan Bias Bullish

Dolar membukukan penurunan moderat pada hari terakhir tahun ini, yang terbaik dalam hampir satu dekade, karena opsi jangka pa...

31 December 2024 17:05
US DOLLAR

Dolar Terus Turun

Indeks dolar jatuh ke 100,3 pada hari Rabu (14/5), semakin merosot dari level tertinggi satu bulan yang dicapai pada hari Sen...

14 May 2025 17:16
BIAS23.com NM23 Ai