Emas Tembus $5.260, Alarm Timur Tengah Kembali Menyala
Harga emas menguat tajam pada Jumat (27/2) dan sempat menembus area $5.260 per ons, seiring pasar kembali masuk mode defensif. Kombinasi inflasi produsen AS yang lebih panas dari perkiraan dan meningkatnya kecemasan geopolitik terkait Iran mendorong arus safe haven, membuat XAU/USD mencetak level tertinggi dalam sekitar satu bulan.
Dari sisi geopolitik, putaran pembicaraan nuklir AS–Iran di Jenewa berakhir tanpa kesepakatan final. Mediator Oman menyatakan ada kemajuan dan pembahasan teknis akan berlanjut pekan depan di Wina, tetapi situasi tetap rapuh karena Washington masih menilai opsi tekanan—termasuk penggunaan kekuatan—tetap berada di atas meja.
Sentimen risiko ikut tersulut setelah muncul laporan bahwa Kedutaan Besar AS di Yerusalem memberikan izin “authorized departure” bagi staf non-esensial dan keluarga untuk meninggalkan Israel, sebagai langkah kehati-hatian di tengah potensi eskalasi regional. Headline ini memicu reaksi cepat di logam mulia.
Di pasar, reli emas juga mendapat dukungan dari penurunan imbal hasil obligasi AS dan kekhawatiran bahwa tekanan harga bisa bertahan lebih lama (higher for longer). Dengan diplomasi yang belum menghasilkan terobosan dan risiko kawasan yang kembali naik level, emas tetap diposisikan pasar sebagai pelindung portofolio saat ketidakpastian meningkat.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id