Emas Bertahan di Bawah $4.800 Saat Dolar Menguat Tipis
Emas (XAU/USD) mempertahankan bias negatif dan bergerak defensif di bawah $4.800 memasuki sesi Eropa pada Jumat (17/04), seiring penguatan moderat dolar AS. Pergerakan ini mencerminkan bahwa pasar kembali menyeimbangkan permintaan aset aman dengan membaiknya selera risiko, setelah rangkaian perkembangan diplomatik di Timur Tengah.
Di satu sisi, intensifikasi upaya meredakan konflik dan kabar gencatan 10 hari Israel–Lebanon mendorong harapan de-eskalasi lebih lanjut, termasuk kemungkinan jalur dialog AS–Iran. Presiden AS Donald Trump menyatakan Iran mendekati capaian kesepakatan, sementara laporan Wall Street Journal menyebut Washington dan Tehran telah sepakat secara prinsip untuk menggelar pembicaraan baru, meski waktu dan tempat belum ditetapkan. Kombinasi faktor ini menjaga sentimen pasar tetap positif dan mengurangi urgensi hedging melalui emas.
Namun, ketidakpastian geopolitik belum sepenuhnya hilang. Disebutkan masih ada friksi AS–Iran terkait blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran, yang ikut menopang status dolar sebagai mata uang cadangan dan menjadi hambatan bagi emas. Hasilnya, XAU/USD kesulitan menarik arus beli yang konsisten, meski tekanan jual juga belum mampu berkembang menjadi penurunan yang lebih dalam.
Dari sisi kebijakan moneter, data PPI AS yang lebih lunak meredakan kekhawatiran dampak inflasi dari lonjakan energi berbasis konflik, sekaligus menahan ekspektasi The Fed menjadi lebih hawkish. Pelemahan harga minyak mentah yang dikaitkan dengan prospek de-eskalasi juga membantu menurunkan tekanan inflasi ke depan. Pasar saat ini dipaparkan memperhitungkan peluang sekitar 30% pemangkasan suku bunga hingga akhir tahun, sehingga ruang penguatan dolar cenderung terbatas dan membantu menahan penurunan emas, termasuk setelah sempat turun ke area $4.768–$4.767.
Ke depan, tanpa rilis data AS yang besar pada Jumat, pergerakan dolar dan emas berpotensi lebih dipengaruhi pidato pejabat FOMC serta headline geopolitik, terutama jika ada perkembangan pembicaraan AS–Iran akhir pekan ini. Kombinasi arah dolar, perubahan ekspektasi suku bunga, dan dinamika risiko global akan menjadi penentu apakah pelemahan dari puncak hampir satu bulan berlanjut atau justru kembali tertahan, sementara XAU/USD masih berada di jalur mencetak kenaikan mingguan untuk pekan ketiga beruntun. (asd)
Sumber: Newsmaker.id