USD/JPY Naik ke 159,40, Risiko Timur Tengah Dorong Dolar
USD/JPY menguat ke sekitar 159,35 pada sesi Asia Jumat (17/04), memperpanjang kenaikan untuk hari ketiga berturut-turut. Pelemahan yen terjadi di tengah ketidakpastian geopolitik Timur Tengah yang mendorong permintaan dolar AS, meski peringatan intervensi dari otoritas Jepang berpotensi membatasi kenaikan lebih lanjut.
Presiden AS Donald Trump mengatakan Israel dan Lebanon menyepakati gencatan senjata 10 hari. Namun, tingkat ketidakpastian tetap tinggi setelah militer Lebanon menyatakan mencatat sejumlah pelanggaran gencatan senjata oleh Israel setelah gencatan mulai berlaku pada tengah malam waktu setempat Jumat, menjaga bias risk-off dan menopang dolar terhadap yen.
Pelaku pasar juga menanti putaran kedua negosiasi AS-Iran yang berpotensi berlangsung akhir pekan ini. Trump sebelumnya menyampaikan optimisme bahwa AS dan Iran dapat mencapai gencatan senjata yang lebih permanen sebelum masa berlaku kesepakatan berakhir pekan depan, menjadikan berita negosiasi sebagai penggerak utama sentimen risiko dan arah USD/JPY.
Di Jepang, meningkatnya kekhawatiran intervensi membantu menahan pelemahan yen. Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama mengatakan telah berdiskusi dekat mengenai isu valas dengan Menteri Keuangan AS Scott Bessent, serta menegaskan otoritas siap mengambil langkah “bold” jika diperlukan untuk merespons pergerakan nilai tukar.
Dari sisi kebijakan, Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda menekankan keputusan soal seberapa cepat suku bunga dinaikkan perlu mempertimbangkan fakta bahwa suku bunga riil Jepang masih rendah. Ueda juga menilai Jepang menghadapi kenaikan inflasi akibat “negative supply shock” yang lebih sulit dikendalikan dengan kebijakan moneter dibanding inflasi berbasis permintaan, sehingga pasar akan menimbang kombinasi risiko geopolitik, peluang intervensi, dan arah komunikasi BoJ sebagai penentu berikutnya bagi USD/JPY. (asd)
Sumber: Newsmaker.id