Bitcoin Terseret Likuidasi, Altcoin Ikut Ambruk
Bitcoin jatuh di bawah US$60.000 untuk pertama kalinya sejak Oktober 2024, memperpanjang pembalikan dari aset favorit pasar pasca-terpilihnya kembali Donald Trump menjadi salah satu korban utama perubahan cepat lanskap spekulatif. Pada perdagangan New York hari Jumat (5/6), Bitcoin sempat turun hingga sekitar US$59.101, dan kini telah merosot lebih dari separuh dari puncaknya di atas US$126.000 pada Oktober tahun lalu.
Tekanan datang dari kombinasi arus keluar dana dari ETF Bitcoin, meningkatnya ketegangan geopolitik, serta kekhawatiran soal ketahanan sumber permintaan besar di pasar. Strategy milik Michael Saylor menjadi sorotan setelah mengungkap penjualan Bitcoin yang jarang terjadi, memunculkan pertanyaan baru terhadap model “digital-asset treasury” yang sebelumnya ikut mendorong bull market.
Di saat yang sama, ekosistem “aset spekulatif” berubah. Dana yang dulu mengalir lebih otomatis ke kripto kini menyebar ke berbagai instrumen lain, sementara saham AI menjadi tema pertumbuhan paling dominan dan mengurangi daya tarik Bitcoin. Di level ritel, minat juga terbagi ke opsi jangka pendek dan prediction markets, sedangkan di dalam kripto sendiri, stablecoin dan perpetual futures mengambil porsi perhatian yang pada siklus sebelumnya lebih banyak jatuh ke Bitcoin.
Pelemahan menyebar ke altcoin. Ether jatuh tajam ke level terendah sejak April 2025, sementara XRP, Solana, dan Dogecoin ikut terkoreksi lebih dari 5%. Ini menunjukkan tekanan bersifat pasar luas, bukan hanya isu spesifik Bitcoin.
Yang membuat penurunan ini menonjol, momentum terjadi saat industri kripto justru mendapat banyak “kemenangan” kebijakan: regulator lebih ramah, penerimaan institusi makin luas, dan kerangka legislasi makin jelas. Namun, tonggak tersebut belum otomatis memicu gelombang permintaan baru, sementara likuidasi posisi besar dan perang Iran menekan selera risiko.
Narasi “inflation hedge” juga melemah. Kekhawatiran inflasi belakangan lebih banyak menguntungkan emas dibanding Bitcoin, sehingga pasar kembali mempertanyakan seberapa kuat fungsi Bitcoin sebagai hedge ketika suku bunga dan volatilitas meningkat.(Arl)
Sumber : Newsmaker.id