Emas Jatuh, NFP Kuat Hapus Keuntungan Setahun
Harga emas jatuh tajam pada Jumat (5/6) dan menghapus seluruh kenaikan year-to-date setelah data tenaga kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan mendorong kenaikan dolar dan imbal hasil obligasi. Bullion sempat turun hingga 3,6% ke US$4.315,04/oz, menandai tekanan jual yang makin dalam ketika pasar kembali memprice-in jalur suku bunga yang lebih ketat pada 2026.
Katalis utama datang dari laporan pekerjaan AS bulan Mei yang melampaui semua perkiraan, membuka ruang bagi Federal Reserve untuk mempertimbangkan kenaikan suku bunga di tengah tekanan inflasi yang diperkuat oleh harga energi. Lingkungan “rates higher for longer” umumnya negatif bagi emas karena tidak memberi imbal hasil, sementara penguatan dolar membuat logam mulia lebih mahal bagi pembeli di luar AS.
Tekanan pada emas juga membesar setelah momentum reli panjang mulai memudar sejak rekor hampir US$5.600 pada Januari. Kekhawatiran inflasi dan probabilitas pengetatan Fed mengurangi daya tarik emas, ditambah aksi jual dari pelaku trend-following yang mempercepat penurunan. Penembusan di bawah moving average 200 hari dinilai meningkatkan risiko penurunan lanjutan.
Pasar suku bunga ikut berbalik lebih hawkish. Pedagang kini sepenuhnya memprice-in kenaikan 25 bps pada Desember, yang sebelumnya diperkirakan terjadi pada Maret. Komentar dari Presiden Fed Cleveland Beth Hammack turut mempertegas risiko tersebut, dengan menyebut masih wajar menahan suku bunga untuk saat ini, namun aksi bisa segera diperlukan jika tren terbaru berlanjut.
Tekanan lintas aset ikut memperburuk pelemahan emas, termasuk aksi jual saham berbasis teknologi yang mendorong sebagian investor melepas posisi untuk menutup kerugian di tempat lain. Pada 15:32 waktu New York, emas spot turun 3,4% ke US$4.321,41/oz, perak anjlok 7,8% ke US$68,14/oz, sementara indeks dolar Bloomberg naik 0,6%. Di logam industri, tembaga juga turun tajam, seiring kekhawatiran bahwa kondisi finansial yang lebih ketat akan menekan aktivitas ekonomi dan permintaan bahan baku.(Arl)*
Sumber : Newsmaker.id