Indeks Nikkei Anjlok 3,4% karena Harga Minyak dan PPI AS Melonjak dan Membebani Sentimen Pasar
Indeks Nikkei 225 turun 3,38% dan ditutup di 53.372 pada Kamis, sementara Topix melemah 2,91% ke 3.609, membalikkan penguatan sesi sebelumnya. Penurunan dipicu lonjakan harga minyak setelah serangan baru terhadap fasilitas energi di Timur Tengah, yang kembali mengangkat kekhawatiran inflasi dan menekan sentimen risiko.
Jepang sangat rentan terhadap guncangan pasokan energi karena ketergantungannya pada impor minyak dari Timur Tengah. Kenaikan minyak berarti biaya impor naik dan risiko inflasi impor membesar, sehingga pelaku pasar lebih defensif terhadap prospek konsumsi dan margin perusahaan domestik.
Tekanan juga datang dari eksternal. Bursa Jepang mengikuti aksi jual tajam di Wall Street semalam yang dipicu data PPI AS yang lebih panas dan proyeksi inflasi The Fed yang naik, sehingga ruang pemangkasan suku bunga terlihat makin sempit. Kombinasi “inflasi lebih panas + rate cut lebih sulit” biasanya memperketat kondisi finansial dan menekan valuasi ekuitas global.
Dari sisi domestik, Bank of Japan menahan suku bunga sesuai ekspektasi, namun perhatian tertuju pada dissent yang kembali muncul: anggota dewan Hajime Takata untuk kedua kalinya berturut-turut mengusulkan kenaikan 25 bps ke 1% dengan alasan risiko inflasi masih mengarah naik. Di pasar saham, sektor teknologi memimpin pelemahan, dengan Kioxia turun 4,4%, Advantest jatuh 4,6%, dan Disco turun 1,6%. Bursa Jepang akan tutup Jumat karena libur nasional.(CP)
Sumber: Newsmaker.id