Nikkei Turun 1,75% dari Rekor, Pasar Pilih Wait-and-See
Saham Jepang melemah pada Jumat (17/04), dengan Nikkei 225 yang turun 1,75% dan ditutup di 58.476. Indeks mundur dari rekor tertinggi seiring investor mengadopsi sikap hati-hati menjelang akhir pekan, di tengah penantian perkembangan terbaru negosiasi perdamaian AS–Iran.
Dari sisi geopolitik, Presiden AS Donald Trump menyampaikan keyakinan konflik dengan Iran bisa segera berakhir, serta menyebut Tehran telah menyetujui sejumlah ketentuan termasuk meninggalkan ambisi nuklir dan membuka kembali Selat Hormuz. Trump juga mengumumkan gencatan 10 hari antara Israel dan Lebanon, yang dinilai dapat membuka ruang bagi kelanjutan pembicaraan AS–Iran. Meski begitu, pasar tetap cenderung “wait-and-see” karena rincian dan tindak lanjut perundingan belum sepenuhnya jelas.
Sementara itu, dari kebijakan domestik, Gubernur Bank of Japan Kazuo Ueda tidak memberikan sinyal yang tegas mengenai arah suku bunga menjelang keputusan kebijakan bulan ini. Ia menyoroti tantangan menyeimbangkan risiko inflasi yang cenderung ke atas dengan risiko pertumbuhan yang cenderung melemah, menjaga ketidakpastian arah kebijakan moneter tetap tinggi di mata pelaku pasar.
Pelemahan indeks dipimpin saham teknologi dan terkait AI, mencerminkan rotasi ke aset yang lebih defensif saat risk appetite menurun. Sejumlah emiten mencatat penurunan menonjol, termasuk Kioxia Holdings (-9,6%), Lasertec (-4,4%), Fujikura (-2,7%), SoftBank Group (-2,6%), Advantest (-1,8%). (asd)
Sumber: Newsmaker.id